UMP Diprotes, Politikus PDIP Ingatkan Jangan Ada PHK

ADVERTISEMENT

UMP Diprotes, Politikus PDIP Ingatkan Jangan Ada PHK

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Sabtu, 20 Nov 2021 20:27 WIB
Rencan Buruh Mogok Nasional
Foto: Rencan Buruh Mogok Nasional (Andhika Akbarayansyah/Infografis detikcom)
Sukoharjo -

Persoalan Upah Minimum Provinsi (UMP) banyak diprotes kalangan buruh karena hanya naik sedikit. Politikus PDIP Aria Bima mengingatkan agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam menyelesaikan persoalan ini.

Pria yang menjabat Wakil Ketua Komisi 6 DPR RI itu menilai harus ada titik temu antara pengusaha dan buruh. Sebab jika pengusaha merasa UMP memberatkan, maka dikhawatirkan akan terjadi penyesuaian terhadap jumlah karyawan.

"Yang penting tidak ada PHK dulu. Saya yakin buruh juga paham situasi ini. Kami ikut perjuangkan bagaimana buruh mendapatkan yang diinginkan tanpa membuat panik pengusaha," kata Aria Bima usai acara Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Sukoharjo, Sabtu (20/11/2021).

Untuk itu, menurutnya, perlu dilakukan kesepakatan antara perusahaan dengan karyawan. Untuk kali ini, pengusaha dan buruh diminta mengesampingkan data kuantitatif, namun mengedepankan data kualitatif.

"Beberapa perusahaan di Cikarang sudah melibatkan buruh dalam membuat skenario. Kalau perusahaan untung maka buruh dapat sekian, kalau belum untung dan tidak rugi dapat sekian, kalau pabrik merugi dapat sekian. Itu yang sudah terjadi di Jabodetabek," katanya.

Sebagai langkah jangka panjang, Aria Bima menilai perusahaan, terutama kawasan industri harus menyediakan perumahan buruh. Hal ini dinilai bakal banyak mengurangi beban hidup buruh, sehingga besarnya upah pun bisa dipangkas.

"Perumahan buruh dalam satu kawasan ini menjadi penting, ada tempat pendidikan anak, tempat kesehatan, akses ke tempat pabrik atau tempat kerja harus jelas agar biaya hidup lebih rendah," pungkasnya.

Seperti diketahui, penetapan UMP di sejumlah daerah masih mendapatkan protes karena kenaikannya hanya sekitar 1 persen. Bahkan buruh di sejumlah daerah bersiap melakukan aksi demonstrasi untuk menuntut kenaikan UMP.

(bai/rih)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT