Round-Up

Fakta-fakta 2 Pedagang Sayur Tewas Diracun oleh Dukun

Eko Susanto - detikNews
Sabtu, 20 Nov 2021 06:50 WIB
Polres Magelang jumpa pers kasus pembunuhan dengan korban pedagang sayur, Jumat (19/11/2021).
Polres Magelang jumpa pers kasus pembunuhan dengan korban pedagang sayur, Jumat (19/11/2021). (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Kabupaten Magelang -

Dua orang pedagang sayur inisial L (31) dan W (38) ditemukan tewas diracun di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Tersangka yang disebut seorang dukun, pria inisial IS (57), saat ini sudah ditangkap polisi.

Berikut fakta-fakta terkait dengan dua pedagang sayur yang ditemukan tewas diracun itu.

1. Dua mayat korban ditemukan di pinggir jalan

Wakapolres Magelang Kompol Aron Sebastian mengatakan, kasus ini terungkap berawal dari informasi penemuan dua mayat, satu di dalam mobil dan satu di dekat mobil, di pinggir jalan di Dusun Sukoyoso, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Rabu (10/11) pukul 20.30 WIB.

Kemudian diketahui bahwa kedua korban adalah warga Kecamatan Kajoran.

"Kedua korban pedagang sayur, kedua korban ini adalah saudara ipar," kata Aron saat jumpa pers di kantornya, Jumat (19/11/2021).

2. Tersangka disebut seorang dukun

Menurut Aron, pihaknya kemudian melakukan penyelidikan dengan olah TKP dan melakukan pemeriksaan terhadap 17 orang saksi.

"Dari situlah, kami kembangkan dan kami selidiki lebih dalam sehingga menemukan beberapa informasi dari saksi-saksi yang mengarah kepada tersangka IS. Tersangka ini pekerjaan petani, dalam arti kami sebut dukun," ujarnya.

3. Ritual penggandaan uang

Hasil pemeriksaan sementara, modus tersangka dengan memasukkan potas dalam minuman plastik dan diberikan kepada korban. Hal ini disebut sebagai syarat dalam ritual penggandaan uang.

"Setelah kami menemukan informasi awal adanya penemuan jenazah, langsung kami telusuri penyebab kematiannya dan kami selidiki sampai informasi turun dari laboratorium forensik," ujar Aron.

4. Motif tersangka

Pelaku IS melakukan aksi kejinya itu lantaran ingin menguasai uang korban.

"Motifnya (tersangka) menguasai uang milik korban sebesar Rp 25 juta," jelas Aron.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...

Simak juga Video: Nani 'Takjil Sianida' Dituntut 18 Tahun Penjara

[Gambas:Video 20detik]