18 Kambing di Gunungkidul Mati dengan Luka Gigitan Misterius

Pradito Rida Pertana - detikNews
Jumat, 19 Nov 2021 18:01 WIB
Kambing mati dengan luka gigitan misterius di Purwosari, Gunungkidul, November 2021.
Kambing mati dengan luka gigitan misterius di Purwosari, Gunungkidul, November 2021. (Foto: dok Polsek Purwosari)
Gunungkidul -

Belasan ekor kambing di Pedukuhan Widoro, Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, ditemukan mati misterius. Pada tubuh kambing itu ditemukan luka bekas gigitan.

Kapolsek Purwosari AKP Ismanto mengatakan bahwa kejadian berawal saat salah seorang warga Widoro mendapati tiga ekor kambing peliharaannya mati di kandang pada tanggal 16 November lalu. Sehari kemudian hal yang sama terjadi pada tiga kambing milik Heru, warga lainnya.

"Dan tanggal 18 (November) ada lima ekor kambing milik Jarwo mati dan dua ekor kambing milik Wasri tewas," kata Ismanto saat dihubungi wartawan, Jumat (19/11/2021).

"Sedangkan pekan lalu ada lima ekor kambing milik Suhar yang tewas. Jadi sementara ini total ada 18 ekor kambing yang mati," lanjutnya.

Ismanto menyebutkan belasan kambing itu ditemukan mati dengan luka gigitan misterius.

"Kambing-kambing itu mati dengan meninggalkan bekas luka gigitan, ada yang di leher, perut sampai pantat," ujarnya.

Ismanto menduga peristiwa itu akibat serangan hewan liar. Hal tersebut berdasarkan keterangan warga setempat yang mengaku sebelumnya melihat beberapa ekor anjing liar di kandang kambing.

"Dari informasi yang diperoleh kambing yang mati karena dimakan hewan buas berupa anjing liar. Warga sekitar pernah melihat anjing di sebuah kandang kosong, saat itu anjingnya ada empat ekor berwarna merah, hitam, putih dan trotol-trotol," imbuhnya.

Sementara itu Lurah Giripurwo, Supriyadi, menambahkan bahwa serangan hewan buas ini hampir tiap tahun selalu terjadi. Namun kali ini berbeda, karena biasanya terjadi saat musim kemarau.

"Setiap tahun memang gini (ada serangan terhadap kambing) tapi tidak tahu kok ini (serangan hewan liar terhadap kambing) di musim penghujan masih menyerang," kata Supriyadi.

Terlebih, untuk kejadian terakhir ini terbilang agak berbeda. Kambing yang diserang adalah kambing yang kandangnya dekat dengan permukiman warga.

"Peristiwa terakhir dua kandang tersebut berada di dekat permukiman warga. Jadi kambing yang mati tidak dimakan semua atau dibawa pergi, tapi hanya digigit sebagian tubuhnya terutama kaki atau paha bagian belakang," jelasnya.

(rih/sip)