Pengakuan Wanita Jepara Tipu-tipu Investasi Bodong Setengah Miliar

Dian Utoro Aji - detikNews
Rabu, 17 Nov 2021 17:41 WIB
Rilis kasus investasi bodong di Polres Jepara
Rilis kasus investasi bodong di Polres Jepara (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Jepara -

Seorang wanita berinisial Y (21) di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menjadi tersangka penipuan berkedok investasi bodong senilai setengah miliar rupiah. Tersangka mengaku uang hasil penipuan tersebut digunakan untuk kehidupan sehari-hari.

"Jadi pengakuan tersangka hasil investasi korban itu digunakan untuk kepentingan pribadi untuk kehidupan rumah tangga. Maksudnya kehidupan sehari-hari," kata Kasat Reskrim Polres Jepara AKP M Fachrur Rozi, kepada wartawan saat ungkap kasus di Mapolres Jepara, Rabu (17/11/2021).

Rozi mengatakan korban investasi bodong tersebut diperkirakan mencapai 200 orang lebih. Dari ratusan orang itu, 16 orang di antaranya sudah diperiksa polisi.

Ke-16 orang itu terdiri dari empat reseller dan 12 orang sebagai korban. Untuk sementara nilai kerugian akibat investasi bodong tersebut mencapai Rp 500 juta.

"Total korban itu ada 200-an orang. Namun kami melakukan pemeriksaan terhadap sampel dari empat reseller dan 12 korban yang sudah kami lakukan pemeriksaan. Jadi uang Rp 500 juta itu hanya dari 12 korban atau member dari reseller," terang Rozi.

"Reseller dalam perkara ini, masih kita lakukan pemeriksaan masih sebagai saksi. Pengembangan berikutnya kami akan berkoordinasi kepada pihak kejaksaan. Karena memang posisinya reseller ini mendapatkan keuntungan, namun mereka hanya menutupi kerugian dari member atau anggotanya," sambung dia.

Rozi menuturkan tersangka memang berencana untuk melakukan tindak pidana investasi bodong.

"Perlu diketahui ternyata kita periksa sebagai saksi maupun tersangka saudara Y ini, bersangkutan mengakui merencanakan hanya di Kabupaten Jepara tidak mengikuti di luar daerah atau mungkin di provinsi lainnya. Jadi memang sudah direncanakan, dan akan dikembangkan di wilayah Jepara. Sementara masih tersangka ini," jelas Rozi.

Diberitakan sebelumnya, modus pelaku investasi bodong di Jepara yakni mencari ratusan korban dengan menawarkan investasi melalui pesan WhatsApp.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...