61 Siswa Kulon Progo Kena Corona, Satgas: Bukan Klaster Sekolah

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Sabtu, 13 Nov 2021 17:04 WIB
Juru Bicara Satgas COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati
Juru Bicara Satgas COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati (Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikcom)
Kulon Progo -

Sebanyak 61 pelajar di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terkonfirmasi positif virus Corona. Meski banyak pelajar yang terpapar, Satgas COVID-19 Kulon Progo menyebut belum ada penularan dari klaster sekolah.

"Kami belum menemukan bahwa telah terjadi klaster sekolah. Karena antara satu kasus dengan yang lainnya tidak ada hubungan sama sekali," ucap Juru Bicara Satgas COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati dalam jumpa pers via daring, Sabtu (13/11/2021).

Baning mengaku bakal menyelidiki lebih lanjut soal penyebab kasus Corona di kalangan pelajar itu.

"Untuk sementara masih kami selidiki, yang pasti ini menunjukkan bahwa masih ada kasus Corona di Kulon Progo. Karena itu masyarakat diimbau untuk waspada dan tetap melaksanakan protokol kesehatan," terangnya.


Diberitakan sebelumnya, 61 pelajar dari jenjang SD hingga SMA sederajat di Kulon Progo positif COVID-19 berdasarkan hasil swab test PCR massal dalam program surveilans pembelajaran tatap muka (PTM). Ke-61 pelajar itu dalam kondisi tanpa gejala dan berasal dari seluruh jenjang sekolah, yaitu SD sebanyak 45, SMP ada 2 kasus dan SMA sederajat 14 kasus. Imbasnya 12 sekolah yakni 10 SD dan 2 SMA menghentikan sekolah tatap muka sementara.

"Dari 45 (sekolah) itu 18 bisa melanjutkan PTM karena temuannya sedikit, 6 sekolah hentikan PTM untuk lingkup kelas dan 12 sekolah berhenti seluruhnya. Penghentian ini berlaku selama 15 hari, dan digantikan pembelajaran daring," terang Baning.

Selain menyetop kegiatan PTM, Satgas juga melakukan tracing terhadap 61 kasus positif tersebut. Hasil sementara ada 250 kontak erat.

"Sudah ditracing ada 250 kontak erat, dan semua hasilnya negatif antigen. Kami melakukan sesuai dengan prosedur kontak erat yaitu melakukan entry tes antigen, karantina, dan setelah hari kelima dilakukan exit test dengan PCR. Dari kontak erat terdeteksi ini, selanjutnya akan dijadwalkan menjalani swab PCR pada minggu depan," jelasnya.

(ams/ams)