Polda Jateng Kumpulkan Pengelola Tol, Pastikan Jalan Aman Saat Nataru

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 11 Nov 2021 18:45 WIB
Polda Jateng mengumpulkan pengelola tol untuk memastikan keamanan jelang Nataru, Kamis (11/11/2021).
Polda Jateng mengumpulkan pengelola tol untuk memastikan keamanan jelang Nataru, Kamis (11/11/2021). Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang -

Polda Jawa Tengah mengumpulkan pihak pengelola tol di Jateng untuk memastikan keamanan jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ditlantas Polda Jateng juga mulai melakukan survei titik yang rawan kecelakaan.

"Hari ini Polda Jateng melalui saya, Dirlantas melaksanakan rapat koordinasi dengan seluruh pengelola jalan tol dalam rangka menghadapi operasi Nataru dan operasi Zebra. Kami yakinkan ruas jalan tol aman, tertib dan lancar," kata Dirlantas Polda Jateng Kombes Agus Suryo Nugroho di Mapolda Jateng, Kamis (11/11/2021).

Terkait syarat surat-surat yang dibutuhkan dalam perjalanan di masa PPKM, pihaknya masih menunggu instruksi pusat. Namun ia meyakinkan skenario-skenario itu sudah disiapkan termasuk rekayasa lalu lintas jika diperlukan.

"Masih menunggu instruksi dari pusat. Tapi Polda Jateng dan pengelola jalan tol sudah menyiapkan skenario itu ketika harus ada pembatasan, ketika dilepas semua jalur kita siapkan contraflow, penyekatan, dan sebagainya," ujarnya.

Selain itu koordinasi terkait titik rawan kecelakaan juga dilakukan. Polda Jateng mulai mensurvei lokasi-lokasi tersebut untuk dilakukan penanganan.

"Kami juga sudah survei lokasi-lokasi black spot yang sering terjadi kecelakaan. (Di lokasi rawan) Kita upaya siapkan crane, ambulans, mobil derek termasuk patroli rutin kita maksimalkan. Ini upaya mencegah kecelakaan lalu lintas," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Trans Marga Jateng Jalan Tol Semarang-Solo, Deni Candra Irawan, mengatakan hal serupa. Ia juga mulai menyiapkan petugas sehingga ketika skenario dijalankan sudah siap.

"Kami sudah menyiapkan antisipasi jadi apakah itu ada penutupan sementara, apakah ada pengalihan, ada pembatasan terkait dengan pandemi COVID-19 kami masih menunggu. Pada prinsipnya infrastruktur di lapangan termasuk petugas sudah kami persiapkan sedini mungkin jadi seluruh skenario yang diterapkan nanti kita sudah siap," jelas Deni.

(rih/ams)