Ini Nama Kucing Kesayangan PB X yang Dikubur Bernisan di Trotoar Solo Baru

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Selasa, 09 Nov 2021 15:06 WIB
Makam kucing kesayangan Raja Keraton Kasunanan Surakarta, Pakubuwono (PB) X di trotoar jalan Solo-Sukoharjo, Selasa (9/11/2021).
Makam kucing kesayangan PB X di trotoar Solo Baru. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Sukoharjo -

Sebuah makam di trotoar jalan penghubung Solo-Sukoharjo, kawasan Tanjunganom Solo Baru, adalah kuburan kucing kesayangan raja Pakubuwono (PB) X. Sejarawan menyebut kucing kesayangan PB X tersebut berjenis persia.

Komunitas sejarah Kota Solo, Solo Societeit, pernah membuat kajian mengenai makam kucing tersebut. Ketua Solo Societeit, Dani Saptoni, mengatakan PB X memiliki tiga ekor kucing.

"Dari sejumlah dokumen yang saya baca, PB X memiliki tiga kucing, dua berjenis persia, satunya siam. Kucing persia ini pada zaman dahulu sangat jarang dimiliki," kata Dani saat dihubungi detikcom, Selasa (9/11/2021).

Menurutnya, kucing persia milik PB X itu juga disebut sebagai jenis candramawa. Penamaan candramawa diambil dari cerita dalam kitab karya pujangga kenamaan R Ng Ronggowarsito.

"Candramawa sendiri istilah untuk menggambarkan kucing hitam dengan corak putih di kepala dan kaki. Ada legenda dalam Serat Pustaka Raja Purwa karya Ronggowarsito yang menceritakan Dewa Candra atau dewa bulan yang pernah menjelma sebagai kucing. Kucing ini juga memiliki mata setajam bulan purnama," ujarnya.

Makam kucing kesayangan Raja Keraton Kasunanan Surakarta, Pakubuwono (PB) X di trotoar jalan Solo-Sukoharjo, Selasa (9/11/2021).Makam kucing kesayangan PB X di trotoar Solo Baru. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Sedangkan nama kucing yang dimakamkan itu, kata Dani, adalah Nyai Sembro, seekor kucing betina. Nama tersebut sesuai dengan tulisan aksara Jawa di bagian selatan kijing.

"Tulisannya ini bacanya 'klangenandalem Nyai Sembro'. Maksudnya ialah binatang peliharaan kesayangan dari raja, kucing betina ini namanya Nyai Sembro," kata Dani.

Terkait keberadaan makam di trotoar jalan kawasan Tanjunganom, Dani menyebut zaman dahulu lokasi tersebut adalah makam khusus hewan peliharaan Keraton Kasunanan Surakarta. Namun hanya kucing tersebut yang dimakamkan dengan nisan atau kijing.

"Dulu di situ ada makam hewan-hewan kesayangan keraton. Tapi yang dikijing (ditandai nisan) cuma kucing itu," katanya.

Simak juga Video: Kisah Makam Ngujang dan Kera Jelmaan Gaib

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/rih)