ADVERTISEMENT

Petilasan Kaliyetno, Konon Pertapaan Sunan Kalijaga di Kudus

Dian Utoro Aji - detikNews
Minggu, 07 Nov 2021 09:38 WIB
Petilasan Kaliyetno di Kudus, Sabtu (6/11/2021).
Kompleks petilasan Kaliyetno di Kudus, Sabtu (6/11/2021). Foto: Dian Utoro Aji/detikcom
Kudus -

Di Kudus, Jawa Tengah, terdapat sebuah tempat yang konon menjadi pertapaan Sunan Kalijaga. Petilasan tersebut kini dikenal dengan nama Petilasan Kaliyetno. Bagaimana ceritanya?

Lokasinya di Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, berjarak sekitar 17 kilometer atau membutuhkan waktu 32 menit jika ditempuh dengan bersepeda motor dari Kota Kudus. Sesampai di lokasi terdapat gapura masuk yang menunjukkan Makam Kaliyetno.

Di dalam petilasan terdapat halaman yang luas. Di sana juga berjajar warung di petilasan Kaliyetno. Gedung petilasan Kaliyetno berada di sisi pojok. Di sana terdapat sebuah tempat yang dipercaya sebagai lokasi pertapaan Sunan Kalijaga atau Lokajaya.

Juru kunci petilasan Kaliyetno, Ngadiri, menuturkan ada cerita secara turun-temurun mengenai lokasi yang dikenal masyarakat sebagai Makam Kaliyetno. Menurutnya lokasi tersebut merupakan petilasan pertapaan dari Sunan Kalijaga.

"Ceritanya asalnya itu kan kan asal menjaga tongkatnya Sunan Bonang, terus dibawa ke sini," terang Ngadiri kepada detikcom ditemui di lokasi, Sabtu (6/11/2021).

Dia menjelaskan, ceritanya dulu Sunan Bonang dicegat oleh Lokajaya. Namun saat itu, Sunan Bonang menunjukkan pohon jati sebagai emas. Seketika, kata dia, Lokajaya berkeinginan untuk berguru dengan Sunan Bonang.

Sunan Bonang kemudian meminta kepada Lokajaya untuk bertapa di Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kudus. Lokajaya atau Sunan Kalijaga dikenal di Ternadi dengan sebutan Kaliyetno.

"Zaman dulu itu Lokajaya disuruh tapa di sini. Menjaga tongkatnya Sunan Bonang," ungkapnya.

Petilasan Kaliyetno di Kudus, Sabtu (6/11/2021).Kompleks petilasan Kaliyetno di Kudus, Sabtu (6/11/2021). Foto: Dian Utoro Aji/detikcom

Ngadiri mengatakan Lokajaya kemudian melanjutkan perjalanan ke Demak menjadi sesepuhnya Raden Fatah pada tahun 1500-1528. Di Demak, Lokajaya mendapatkan nama Sunan Kalijaga.

"Di sini itu petilasan, sedangkan kata Kaliyetno ini kali (sungai) yetno mayatnya ora ana (mayatnya tidak ada)," ungkapnya.

Meski demikian, kata dia, ada hari tertentu banyak warga ziarah ke petilasan salah satu Wali Sanga tersebut.

Ngadiri menambahkan di belakang makam terdapat beberapa pohon bambu. Menurutnya pohon bambu tersebut konon merupakan tongkat Sunan Bonang yang dijaga oleh Lokajaya pada masa pertapaan di Ternadi.

"Ini ada bambu di belakang makam, konon ini merupakan bekas tongkat Sunan Bonang yang dijaga Lokajaya atau Kaliyetno di sini. Dulu waktu kecil hanya sekitar empat pohon bambu saja. Kini ada banyak," pungkas Ngadiri.

(rih/rih)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT