Hasil Autopsi Ungkap Gilang Peserta Diksar Menwa UNS Meninggal Lemas

Ari Purnomo - detikNews
Jumat, 05 Nov 2021 19:33 WIB
Solo -

Polresta Solo mengungkap hasil autopsi yang dilakukan terhadap jenazah Gilang Endi Saputra (21), peserta Diksar Menwa Universitas Sebelas Maret (UNS). Berdasarkan hasil autopsi, mahasiswa semester 3 jurusan D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja itu mengalami luka di bagian kepala.

"Hasil autopsi, disebutkan penyebab kematian adalah luka pada kepala, yang diakibatkan kekerasan tumpul yang mengakibatkan mati lemas," kata Kapolresta Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan di kantornya, Solo, Jumat (5/11/2021).

Luka tersebut diduga kuat menjadi penyebab korban meninggal dunia karena lemas. Penjelasan itu didapatkan setelah penyidik Polresta Solo memeriksa ahli forensik yang ikut terlibat dalam autopsi korban.

"(Penyebab kematian) Dikuatkan hasil autopsi dan dikuatkan barang bukti," paparnya.

Luka yang dialami salah satu peserta Diksar Menwa UNS itu, kata Ade, didapatkannya selama dua hari pelaksanaan yakni pada Sabtu (23/10) dan Minggu (24/10). Dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh dua tersangka yakni NFM dan FPJ dilakukan di lokasi berbeda.

"Kekerasan diduga terjadi pada periode Sabtu-Minggu yang terjadi di lingkungan kampus UNS," urainya.

Ade menambahkan, usai penangkapan paksa dua tersangka, penyidik melakukan pemeriksaan intensif. Tidak hanya itu, penyidik juga menggeledah tempat di mana kedua tersangka ditangkap untuk mencari bukti baru.

"Proses penyelidikan dan penyidikan belum berhenti, kita terus kembangkan penyelidikan penyidikan dugaan kekerasan yang terjadi apakah melibatkan tersangka lainnya nanti kita tunggu. Kita berpegang minimal dua alat bukti nanti akan tetapkan tersangka berikutnya," imbuhnya.

Dalam kasus ini polisi menetapkan dua panitia Diksar Menwa UNS yakni NFM dan FPJ sebagai tersangka kasus meninggalnya Gilang. Keduanya diduga melakukan kekerasan menggunakan benda maupun tangan kosong.

"Masing-masing tersangka diduga melakukan kekerasan baik dengan menggunakan alat dan tangan kosong," kata Ade.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan pasal berlapis. pasal 351 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto pasal 359 KUHP.

(rih/ams)