Alumni Tolak Desakan Pembubaran: Menwa Berbakti ke Negara Luar Biasa

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Sabtu, 30 Okt 2021 22:14 WIB
Ketua DPP IARMI Jateng, Chrisno Haribowo, Sabtu (30/10/2021).
Ketua DPP IARMI Jateng, Chrisno Haribowo, Sabtu (30/10/2021). (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Muncul desakan Resimen Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (Menwa UNS) Solo dibubarkan setelah seorang peserta diksarnya, Gilang Endi Sapurtra (21) tewas. Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) Jawa Tengah menyatakan menolak desakan itu.

Ketua DPP IARMI Jateng, Chrisno Haribowo, mengaku heran dengan adanya desakan pembubaran Menwa UNS. Dia mengatakan Menwa selama ini sudah banyak membaktikan diri untuk negara.

"Saya nomor satu menolak. Kami mendengar dari berbagai media bahwa terjadi demo-demo. Buat kami sangat aneh, karena Menwa itu berbaktinya ke negara luar biasa," kata Chrisno di sela kegiatan HUT ke-41 IARMI di Balai Kota Solo, Sabtu (30/10/2021).

Dia menyebut Menwa pernah menjadi komponen cadangan (Komcad). Menwa pun turut terjun membantu aparat dalam operasi militer.

"Kami pernah ditugaskan di Timur Tengah, kami juga pernah ditugaskan di Timor Timur. Kami bertugas di mana-mana," ujarnya.

Terkait dugaan adanya tradisi penganiayaan dalam Diksar Menwa, Chrisno menegaskan tidak ada. Namun dia mengakui jika kegiatan diksar memang keras.

"Tidak ada penganiayaan. Kami pendidikan keras boleh. Pendidikan memang kami harus masuk sungai, gulung-gulung. Karena kami komponen cadangan. Kalau besok disiapkan tempur, mudah-mudahan dari kami selalu siap," kata dia.

Dia meminta agar masyarakat menunggu kepolisian mengusut kasus tersebut. Kalau pun terjadi pelanggaran, dia yakin kesalahan itu bukanlah kesengajaan.

"Kalau terjadi kesalahan ya diperbaiki. Kalau ada oknum yang melakukan kekerasan ya harus kita tindak. Tapi bukan membubarkan institusi," ungkap dia.

"Saya yakin tidak ada kesengajaan. Terbukti dari sekian siswa, satu yang meninggal dan yang sakit. Saya berharap sebagai senior, saya berharap adik-adik besok kalau menyelenggarakan di kampusnya masing-masing lebih berhati-hati," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswa UNS, Gilang Endi Saputra (21) tewas dalam Diksar Menwa UNS, Minggu (24/10/2021). Dari hasil autopsi jenazah, polisi menemukan Gilang tewas akibat kekerasan tumpul.

(bai/sip)