Usut Kasus Meninggalnya Gilang, Peserta-Panitia Diksar Menwa UNS Diperiksa

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 17:24 WIB
Semarang -

Polisi memeriksa 18 saksi terkait tewasnya mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Gilang Endi Saputra (21) usai mengikuti Diksar Menwa. Saksi yang diperiksa terdiri dari peserta, panitia Diksar Menwa hingga dosen UNS.

"Saat ini sudah 18 orang saksi diperiksa," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy lewat pesan singkat, Selasa (26/10/2021).

"Delapan orang saksi dari peserta, sembilan orang saksi dari panitia, dan satu orang dosen UNS," sambung Iqbal.

Dia menerangkan kasus meninggalnya Gilang kini ditangani oleh Ditreskrimum Polda Jateng. Dari hasil autopsi ditemukan adanya tanda kekerasan.

"Dari hasil autopsi ada tanda-tanda kekerasan," ujarnya.

Untuk diketahui, Gilang meninggal pada Minggu (24/10) lalu. Mahasiswa semester 3 jurusan D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (KKK) itu meninggal di hari kedua pendidikan dasar (Diksar) Menwa yang bertajuk Pendidikan Pra Gladhi Patria XXXVI.

"Yang bersangkutan mengikuti kegiatan diklat Menwa. Kegiatannya hanya di sekitar kampus, mulai dari markas, belakang auditorium, GOR UNS, Fakultas Teknik, sama ada kegiatan rappeling di jembatan Jurug," kata Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Sutanto, saat dijumpai di kantornya, Senin (25/10).

Keluarga korban memutuskan lapor ke kepolisian setelah melihat ada memar dan darah di jenazah korban. Kasus meninggalnya mahasiswa Gilang ini pun ramai dibahas di media sosial.

Di media sosial bermunculan pengakuan alumni Diksar Menwa UNS yang menyebut kekerasan sudah menjadi tradisi. Pihak UNS pun berjanji menginvestigasi hal ini.

"Kita sudah mulai (mengevaluasi). Makanya langkah pertama investigasi, secara deskriptif seperti apa. Data harus lengkap, syukur data kepolisian datang akan lebih lengkap. Dokumen yang benar-benar resmi apalagi ditunjang dengan hasil autopsi sudah tidak bisa ditawar lagi," tegas Sutanto.

(ams/rih)