Iming-iming Pekerjaan, Pria Penyuka Sesama Jenis Cabuli ABG di Sleman

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 14:16 WIB
Sleman -

Seorang pria berinisial NN (30) warga Kota Yogyakarta ditangkap polisi karena mencabuli seorang anak laki-laki berusia 17 tahun atau ABG. Tersangka diketahui merupakan penyuka sesama jenis.

Kasus ini bermula saat korban berkenalan dengan pelaku saat sedang mencari pekerjaan. Saat itu, korban mengunggah info lowongan pekerjaan di Facebook.

"Korban awalnya posting di FB, kemudian di-inbox oleh orang bernama RT. Kemudian pada Senin (11/10) korban di-WA orang mengaku BG yang ternyata BG ini tersangka menawarkan kerja dengan iming-iming gaji Rp 1,8 juta dan disediakan kos," kata Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Rony Prasadana di Mapolres Sleman, Selasa (26/10/2021).

Selang sehari, korban diajak oleh tersangka ke sebuah apartemen di Sleman untuk menginap dan baru akan diantarkan ke indekos keesokan harinya. Akan tetapi, saat hendak tidur, tersangka bersama pacarnya yang juga pria kemudian memegangi korban dan mencium leher korban.

"Selanjutnya korban hendak tidur dengan posisi tengkurap tiba-tiba tersangka dan temannya inisial DS saling memegang alat kelamin. Setelah itu korban terbangun dan kaget karena tangan kanan tersangka memegang alat kelamin korban dan mencium leher korban dan posisi badan tersangka berada di atas korban," urainya.

Korban yang kaget kemudian berusaha menghubungi kakaknya. Untuk mengulur waktu, korban berpura-pura sakit perut sembari menunggu kakaknya menjemput.

Saat kakak korban datang, ia langsung membawa tersangka dan DS ke pos satpam. Selanjutnya, keduanya diserahkan ke polisi guna pemeriksaan lebih lanjut.

"Jadi modus pelaku memegang alat kelamin dan mencium leher korban. Baru memegang," terangnya.

Sementara itu, Kanit PPA Sat Reskrim Polres Sleman Iptu Yunanto Kukuh menambahkan untuk status DS masih sebagai saksi.

"Masih dalam tahap penyelidikan karena DS ini kan merupakan pacar dari pelaku, laki-laki juga. Kebetulan pelaku ini gay," kata Kukuh.

"Sebenarnya itu mau threesome. Korban nggak terima digituin dan melapor," tambahnya.

Dari pemeriksaan sementara, selain suka sesama jenis, tersangka juga memiliki fetish mengkoleksi video-video berbau kematian.

"Mempunyai kebiasaan mengoleksi video yang berjenis kematian, fetishnya seperti itu. Jadi koleksi di HP-nya itu orang mati semua. Orang meninggal dan untuk videonya itu video orang dibunuh kayak gitu dan kebanyakan cowok," ucapnya.

Polisi pun mengamankan sejumlah barang bukti berupa alat kontrasepsi, pakaian dan ponsel. Tersangka kemudian dijerat dengan Pasal 82 UU RI No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

(ams/rih)