3 Toko di Klaten Terbakar Gegara Korslet Odong-odong, Kerugian Rp 500 Juta

Achmad Syauqi - detikNews
Minggu, 24 Okt 2021 09:25 WIB
Kebakaran toko di Klaten, 24/10/2021
Kebakaran toko di Klaten, 24/10/202. (Foto: Achmad Syauqi/ detikcom)
Klaten -

Tiga toko kelontong milik Lilik Anwar Udin (37) terbakar habis berserta isinya di jalan Karanganom-Klaten, Dusun Tanjung Anom, Desa Karangan, Kecamatan Karanganom, Klaten, Jateng. Toko tersebut ludes gegara terjadi korsleting listrik pada mainan odong-odong.

"Api dari bawah, dari mainan anak odong-odong. Posisi di depan itu (odong-odong) saya lihat sejak awal sama tiga warga lainnya," ungkap ketua RT 1, Hariyanto kepada detikcom di lokasi, Minggu (24/10/2021) pagi.

Hariyanto menceritakan, sekitar pukul 03.30 WIB dirinya habis main keliling kampung bersama dua warga lewat depan toko. Saat itulah dilihat ada asap di toko. "Kelihatan terbakar kan dari bawah. Lalu saya lapor Pak Lilik, pemilik toko," jelas Hariyanto.

Tapi, ujar Hariyanto, api terus membesar dan asap membubung tinggi karena banyak dagangan kelontong di dalamnya. Api terus membesar ke dua ruko lain.

"Api terus besar kena tiga ruko. Tapi tidak ada korban karena tinggalnya keluarga di rumah bagian belakang dan baru padam sekitar pukul 05.30 WIB," kata Hariyanto.

Sarbini (60), tetangga utara toko, mengatakan api sulit padam karena di dalam penuh dagangan kelontong. Tidak ada korban luka atau jiwa.

"Tidak ada yang luka, alhamdulillah. Pemilik tinggal di belakang dan rumah saya juga selamat," sambung Sarbini.

Kebakaran toko di Klaten, 24/10/2021Kebakaran toko di Klaten, 24/10/2021 (Foto: Achmad Syauqi/ detikcom)

Pantauan detikcom di lokasi pukul 06.30 WIB, tiga ruko tersebut hangus atap dan semua isinya. Meskipun dari depan yang merupakan jalan raya pintu besi masih utuh tapi di dalamnya ludes.

Polisi melakukan olah TKP dan memasang garis polisi di lokasi. Kapolsek Karanganom, Iptu Panut Haryono, mengatakan penyelidikan sedang dilakukan.

"Dari penyelidikan, dugaan sementara penyebabnya karena korsleting listrik. Kerugian berdasarkan keterangan mencapai Rp 500 juta," ungkap Panut kepada detikcom saat dikonfirmasi.

Simak juga 'Gudang Solar Ilegal di Jambi Terbakar, Butuh 4 Jam Padamkan Api':

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/mbr)