WNA di Balik Pinjol Ilegal Jadi Buron Bersama Sejumlah Polda

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 18:44 WIB
Pinjam Online Abal-abal
Foto: Pinjam Online Abal-abal (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Semarang -

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng masih menyelidiki kasus sindikat pinjaman online (pinjol) ilegal yang terungkap pekan lalu. Koordinasi dengan Polda lainnya dilakukan untuk mengejar warga negara asing (WNA) di balik aplikasi pinjol.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng Kombes Johanson R Simamora mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Polda Jabar, Jatim, Metro Jaya dan Bareskrim yang juga mengungkap kasus pinjol ilegal.

"Pemilik aplikasi pinjol yang diduga WNA masih pendalaman oleh tim lapangan. Kami kerja sama dengan Polda Jabar, (Polda) Metro dan (Polda) Jatim, termasuk Bareskrim (Mabes Polri). Kemungkinan apakah ada konek dan berhubungan. Apakah yang bersangkutan sudah diamankan di Bareskrim atau tidak. Jadi kami tidak sendiri," kata Johanson ditemui di kantornya, Jumat (22/10/2021).

Terkait pengungkapan sindikat pinjol ilegal yang berupa kantor penagihan utang sebelumnya, Johanson menjelaskan tersangka masih satu dan tiga lainnya saksi. Salah satu yang jadi saksi adalah direktur perusahaan tersebut.

"Direktur itu hanya boneka untuk mendirikan perusahaan dan ternyata tidak pernah ada di situ. Karyawan tidak kenal," ujarnya.

Oleh sebab itu untuk mendalami kasus tersebut Polda Jateng masih memburu yang pihak yang bertanggung jawab. Tim sudah melakukan pengejaran ke Jakarta.

"Kita juga akan koordinasi dengan Polres Jakarta Utara dan Krimsus Polda Metro," jelas Johanson.

Untuk diketahui, Polda Jateng menetapkan tersangka debt collector pinjol ilegal yang menagih dengan ancaman. Pengungkapan kasusnya dilakukan 13 Oktober 2021 lalu. Tersangka berinisial AKA (26) wanita asal Sragen itu ditangkap di indekos di Yogyakarta. Kantornya di Yogyakarta pun ikut didatangi polisi dan disegel.

Selengkapnya lihat halaman berikutnya...