Tidak Hanya di Jakarta, Tiang Listrik 'Offside' Juga Ada di Solo

Ari Purnomo - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 08:01 WIB
Tiang listrik di tengah jalan di Solo
Tiang listrik di tengah jalan di Solo. (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Solo -

Tiang listrik di tengah jalan 'offside' tidak hanya ada di Jakarta, tetapi juga ada di Kota Solo. Tiang ini tepatnya berada di depan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) atau Solo Zoo, tepatnya antara jalan KH Masykur dengan jalan Ir Sutami.

Salah seorang warga Dwi (47) mengatakan, keberadaan tiang tersebut memang sudah seperti itu sejak lama.

"Saya kan asli sini sejak saya kecil, posisi tiang itu memang sudah seperti itu. Jadi bukan karena ada pelebaran jalan lalu tiangnya menjadi di tengah jalan," tutur Dwi kepada detikcom, Sabtu (19/10/2021).

Hanya saja, Dwi melanjutkan, dulu lebar jalan tidak seperti sekarang ini. Selain itu, arus lalu lintas di jalan tersebut juga semakin ramai.

"Kalau kecelakaan jarang terjadi, mungkin pengendara sudah mengetahui ada tiang di tengah. Tetapi, akan lebih baik jika tiang itu digeser tidak di tengah," tuturnya.

Untuk menghindari terjadinya kecelakaan, kata Dwi, warga juga menempatkan ban mobil bekas. Ban bekas dicat warna putih dengan tujuan agar saat malam hari bisa terlihat jelas oleh pengendara.

"Itu yang memasang warga juga, biar pengendara tahu ada tiang. Di sini penerangannya juga kurang bagus," tuturnya.

Tiang listrik di tengah jalan di SoloTiang listrik di tengah jalan di Solo (Foto: Ari Purnomo/detikcom)

Warga lainnya, Olga (20) menyampaikan, keberadaan tiang listrik di tengah jalan itu memang sudah lama berada di posisi seperti itu.

"Ya dari dulu memang ada di situ, tapi jarang ada pengendara yang kecelakaan karena tiang itu," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Hari Prihatno menyampaikan, mengenai infrastruktur seperti itu pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait.

"Kalau dari kami selama tidak ada keluhan dari masyarakat ya tidak apa-apa. Tapi kalau ada masyarakat yang mengeluhkan, kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait, karena mengenai infrastruktur beda kewenangannya," kata Hari.

(mbr/mbr)