Keraton Solo Tiadakan Grebeg Mulud, Kemenag Bolehkan Pengajian

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 21:31 WIB
Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Solo gelar perayaan Grebeg Sekaten 2019. Warga pun antusias berebut gunungan yang berisi makanan di kirab tersebut.
Keraton Kasunanan Surakarta gelar perayaan Grebeg Sekaten 2019, Solo. (Foto: Antara Foto/Mohammad Ayudha)
Solo -

Keraton Kasunanan Surakarta kembali meniadakan tradisi Grebeg Mulud. Situasi pandemi COVID-19 masih menjadi alasan pihak keraton tidak menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut.

Sebelum pandemi, keraton selalu memperingati Maulid Nabi Muhammad dengan gelaran sekaten. Sekaten ditutup dengan Grebeg Mulud yang dilakukan pada tanggal 12 Rabiul Awal atau 12 Mulud.

Dalam acara puncak, keraton biasanya menyiapkan dua pasang gunungan yang dibawa ke halaman Masjid Agung Surakarta. Di sana, masyarakat memperebutkan gunungan berisi aneka bahan makanan itu.

"Kami masih meniadakan Grebeg Mulud, termasuk perayaan pasar malam sekaten dan gamelan juga tidak digelar karena situasi yang belum memungkinkan," kata Pengageng Parentah Keraton Surakarta, KGPH Dipokusumo, saat dihubungi wartawan, Senin (18/10/2021).

Meski demikian, keraton tetap menggelar upacara tradisi. Upacara digelar secara terbatas di dalam Keraton Kasunanan Surakarta.

"Ada prosesi jamasan pusaka dilakukan di dalam lingkungan keraton. Gunungan Grebeg Mulud diganti dengan wilujengan. Hanya melibatkan 50-100 orang," ujarnya.

Pengajian diperbolehkan

Di sisi lain, Kepala Kantor Kemenag Solo Hidayat Maskur mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad dapat diselenggarakan secara terbatas oleh masyarakat. Kegiatan seperti pengajian masih diperbolehkan.

"Kegiatan ibadah memperingati Maulid Nabi diperbolehkan, tapi dilaksanakan terbatas hanya warga sekitar masjid," kata Hidayat.

Dia pun menegaskan tetap memantau kegiatan masyarakat yang berpotensi melanggar protokol kesehatan. Tim Satgas COVID-19 bakal membubarkan kegiatan yang menimbulkan keramaian.

"Tidak ada pengerahan massa dari luar kampung. Untuk waktu pelaksanaan tidak ada batasan, namun tetap wajib menerapkan protokol kesehatan secara optimal," pungkasnya.

Lihat juga video 'Wapres Ungkap Alasan Pemerintah Geser Hari Libur Maulid Nabi':

[Gambas:Video 20detik]



(bai/rih)