Fakta Ini Baru Terungkap di Persidangan Terbaru Kasus Nani Takjil Sianida

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 14:03 WIB
Suasana sidang terdakwa kasus takjil sianida, Nani Aprilliani Nurjaman di PN Bantul, Senin (18/10/2021).
Suasana sidang terdakwa kasus takjil sianida, Nani Aprilliani Nurjaman di PN Bantul, Senin (18/10/2021). Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Bantul -

Terdakwa kasus takjil sianida yang menewaskan seorang bocah anak driver ojek online (ojol) di Bantul, Nani Aprilliani Nurjaman ternyata menyerahkan diri ke polisi. Nani mengaku menyesal karena takjil sate beracun sianida yang hendak dia kirim ke pria bernama Tomi ternyata salah sasaran.

Hal itu terungkap dalam sidang dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi di Pengadilan Negeri (PN) Bantul. Saksi-saksi yang hadir hari ini yakni driver ojol Bandiman dan istrinya Titik Rini, tetangga Bandiman yang mengantar korban Catur Prasetyo dan pihak jasa ekspedisi Hendra Setiawan da Burhanudin.

"Saya menyerahkan diri, saat itu saya bingung dan ketakutan karena yang jadi korban bukan yang dituju. Akhirnya saya menelepon teman saya yang tugas di Polres Kota (Polresta Yogyakarta) dan cerita kronologinya bagaimana," kata Nani saat menjawab pertanyaan penasihat hukumnya saat sidang, Senin (18/10/2021).

Pengakuan Nani itu bermula saat Ketua majelis hakim Aminuddin bertanya soal kronologi peristiwa sate beracun ke Bandiman. Bandiman lalu menguraikan peristiwa dia mulai menerima order dari Nani hingga akhirnya takjil sate beracun itu dia bawa ke rumah hingga menewaskan anak bungsunya Naba (8).

"Habis salat asar, dan habis itu duduk-duduk samping masjid Nurul Islam (Jalan Gayam Kota Yogyakarta). Selanjutnya mbak itu mendatangi motor saya pakai baju warna cream," kata Bandiman.

"Dia bilang, 'Mas karena saya tidak punya aplikasi mau kirim takjil ke Pak Tomi yang beralamat di Villa Bukit Asri Bangunjiwo, Bantul apakah bisa'," lanjut Bandiman.

Kala itu Bandiman mengiyakan permintaan Nani dan menyebutkan kesepakatan harga. Menurut Bandiman, Nani memberikan uang lebih untuk mengantar takjil sate sianida itu.

"Mbaknya tanya kepada saya 'berapa', saya jawab Rp 25 ribu dan diberi Rp 30 ribu. Terus saya dikasih nomornya, saya tanya ini nanti kalau ditanya dari siapa dan dia (Nani) bilang Bapak Hamid dari Pakualaman," terang Bandiman.

Bandiman pun menyebutkan detail peristiwa dari rumah Tomi hingga akhirnya sate beracun itu dimakan dan menewaskan anaknya Naba. Mendengar penjelasan Bandiman, Aminuddin pun bertanya soal dendam.

"Insyaallah tidak pak, karena mungkin rezekinya (Naba) sampai segitu. Tapi saya minta ke jajaran penegak hukum semoga mbak Nani dihukum dengan perbuatan yang setimpal," jawab Bandiman ke Aminuddin.

Mengengar itu, Nani pun menangis meminta maaf. Dia mengaku tak berniat menjadikan Naba sebagai target takjil sate beracun sianidanya.

"Saya minta maaf sebesar-besarnya kepada bapak Bandiman atas kejadian yang menimpa adik Naba. Karena saya benar-benar tidak tahu kalau obat yang saya kasih ke bumbu sate itu menyebabkan seperti itu," ujar Nani.

Dalam kasus ini, terdakwa Nani Aprilliani Nurjaman didakwa pasal berlapis. Pertama pasal 340 KUHP, yang kedua subsider pasal 338, ketiga lebih subsider pasal 353 ayat 3 KUHP, kemudian lebih subsider lagi pasal 351 atau kedua pasal 80 ayat 3 juncto pasal 78 C UU RI No 35 tentang perubahan UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau ketiga pasal 359 KUHP.

Simak juga video 'Dugaan Nikah Siri, Aiptu Tomy Target Takjil Sianida Diperiksa Propam':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/mbr)