Eks Menpora soal Merah Putih Tak Berkibar di Piala Thomas: Evaluasi LADI-KOI

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 13:18 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo mengunjungi redaksi detiksport di Gedung Aldevco, Jakarta Selatan, Jumat (1/2). Kunjungan ini dimaksudkan untuk bersilahturahmi dan berdiskusi seputar permasalahan olahraga. File/detikFoto.
Roy Suryo (Foto: Agung Pambudhy)
Yogyakarta -

Setelah 19 tahun menanti, akhirnya Piala Thomas bisa kembali diboyong ke tanah air. Namun dalam selebrasi sang saka Merah Putih dilarang berkibar karena Indonesia sedang menerima sanksi dari Badan Anti Doping Dunia (WADA). Eks Menpora Roy Suryo menyebut ternyata bukan kali ini saja Indonesia mendapat sanksi serupa.

WADA sudah menetapkan sanksi non-compliance pada Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) per 7 Oktober. Larangan pengibaran bendera negara hanya salah satu sanksi dari WADA. Akhirnya bendera PBSI yang berkibar saat upacara penerimaan Piala Thomas tadi malam.

Mantan Menpora RI Roy Suryo mengatakan kasus ini bukan yang pertama kali. Tahun 2017, WADA juga pernah memberikan peringatan ke Indonesia. Hanya saja di 2017 pemerintah sudah mengurus suratnya sebelum deadline.

"Sebenarnya sudah agak terlambat, karena deadline 21 hari semenjak peringatan (dari WADA) tersebut sudah terlewati dan ini bukan yang pertama. Tahun 2017 juga pernah diperingatkan waktu itu yang hampir membuat Asian Games berantakan. Namun berhasil diurus dan 'diciptakan' isu-isu lain untuk menutupinya," kata Roy Suryo saat dihubungi wartawan, Senin (18/10/2021).

"Tetapi Indonesia khan 'jago lobi', kalau kata Almarhum Adam Malik dulu 'Semua bisa diatur ...' makanya tampak Pemerintah santai-santai saja menghadapi persoalan serius yang memalukan ini," sambungnya.

Roy menyebut persoalan ini bukan sepenuhnya tanggung jawab Menpora Zainuddin Amali. Karena di masalah doping di Indonesia tanggung jawab LADI. Termasuk juga Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

"Dua lembaga ini (LADI dan KOI) yang seharusnya memang dilakukan evaluasi. Apalagi kita tahu bahwa LADI itu dalam setahun kemarin saja sudah tiga kali (ganti) kepengurusan, ini kan aneh. Setahun kok tiga kali ganti kepengurusan itu ada apa. Dan peringatan yang dari WADA yang kita terima ini bukan main-main," katanya.

Sanksi WADA ini, menunjukkan ada yang salah di LADI. Sikap menggampangkan masalah, administrasi yang buruk dan komunikasi yang kacau jadi akar masalahnya. Oleh karena itu, Roy Suryo memandang perlu dilakukan evaluasi terhadap LADI.

"Yang jelas ya, pertama adalah kita sudah pernah diperingatkan tahun 2017, artinya kalau sudah gitu warning, lebih dirapikan jangan kemudian dianggap abai. Kedua cek saja, kepengurusan LADI itu berganti tiga kali. Pak Menpora pun geram terhadap hal ini," ungkapnya.

"Jadi saya dukung beliau kalau beliau harus melakukan evaluasi terhadap LADI dan KOI karena saling berkoordinasi dan WADA itu juga berkoordinasi dengan KOI. Artinya adalah memang ada hal yang kemudian dianggap sepele," tambahnya.

Selanjutnya: nasib World Superbike di Sirkuit Mandalika bisa terancam...