48 Juta Butir Obat Keras Ilegal Produksi Pabrik di Yogya Dimusnahkan!

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Jumat, 15 Okt 2021 15:11 WIB
Barang bukti obat keras ilegal dan bahan bakunya dimusnahkan di Polda DIY, Sleman, Jumat (15/3/2021).
Bareskrim Polri Musnahkan 48 Juta Obat Keras dan 8 Ton Bahan Bakunya. (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Sleman -

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri memusnahkan barang bukti (barbuk) berupa puluhan juta butir obat keras ilegal dan bahan bakunya. Barbuk itu didapat dari hasil penggerebekan pabrik ilegal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) beberapa waktu lalu.

"Pemusnahan barang bukti yang kami lakukan kali ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses penyidikan yang kami lakukan beberapa waktu lalu dalam hal ini Direktorat Tindak Pidana Narkoba kolaborasi dengan Polda DIY. Sehingga kami berhasil mengungkap jaringan peredaran obat ilegal yang meliputi beberapa provinsi," kata Wadir Tipidnarkoba Bareskrim, Kombes Jayadi, di Mapolda DIY, Jumat (15/10/2021).

Pemusnahannya ini, kata Jayadi dilakukan tak hanya di Mapolda DIY tapi juga Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Barang bukti merupakan hasil produksi pabrik-gudang di Kecamatan Kasihan, Bantul dan Gamping, Sleman.

Dalam pemusnahan tersebut, total ada 48.188.000 butir obat terlarang dan 8.465 kilogram bahan baku obat terlarang. Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar menggunakan alat incinerator bersuhu tinggi.

"Hingga saat ini, sudah sebanyak 23 tersangka yang ditangkap. Mereka terdiri dari aktor intelektual, pemasok bahan baku, produsen sekaligus penanggung jawab pabrik ilegal, distributor, hingga agen," ungkapnya.

Proses penyidikan, kata Jayadi, akan terus dilanjutkan. Tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka baru.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 60 UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja tas perubahan Pasal 197 UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan subsider Pasal 196 dan/atau Pasal 198 UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Juncto Pasal 55 KUHP. Mereka diancam pidana selama 15 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar subsider 10 tahun penjara.

Para tersangka juga dijerat Pasal 60 UU No 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp200 juta.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya...