Muncul Klaster Corona di Bantul-Gunungkidul, Begini Pesan Sultan HB X

Heri Susanto - detikNews
Jumat, 15 Okt 2021 14:51 WIB
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, Jumat (19/2/2021).
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, Jumat (19/2/2021). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Yogyakarta -

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X angkat bicara terkait temuan klaster penularan virus Corona atau COVID-19 di Kabupaten Bantul dan Gunungkidul. Sultan berpesan agar masyarakat tidak lelah menghadapi pandemi ini karena kasus Corona masih naik turun.

"Saya sudah bilang dari kemarin-kemarin. Proses ini masih fluktuatif naik turun, naik turun. Semoga saja bukan dibukanya tempat wisata, ya," kata Sultan diwawancarai wartawan di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Kemantren Danurejan, Yogyakarta, Jumat (15/10/2021).

Sultan mengungkapkan, memang asal mula penularan tersebut tak bisa diketahui secara pasti. Makanya, Sultan berharap masyarakatnya DIY tak lengah. Yakni dengan tetap menjalankan prokes dalam kondisi apa pun dan di mana pun.

"Ngeyem-yemi awak dhewe (menghibur diri sendiri). Kita kan tidak tahu dari mana klaster ini (asal muasalnya)," katanya.

Sultan berharap dengan masyarakat menjaga prokes ini, kasus positif COVID-19 di DIY bisa terus turun. Syaratnya masyarakat tak boleh lelah menghadapi pandemi.

"Yang jaga jangan hanya pemerintah daerah, masyarakat juga menjaga. Tapi kalau masyarakatnya lelah, kita pun lelah terus gimana? Jadi kita tidak boleh lelah karena pandemi masih ada," katanya.

Diberitakan sebelumnya, kasus Corona dari acara senam sehat di Kapanewon Bambanglipuro, Bantul, bertambah menjadi 14 orang. Dari 14 orang itu tiga orang di antaranya dirujuk ke rumah sakit lapangan khusus COVID-19 (RSLKC) Bantul karena bergejala.

Kepala Puskesmas Bambanglipuro dr Tarsisius Glory mengungkapkan dari hasil tracing terhadap sembilan orang terpapar Corona di acara senam sehat, ada 13 orang yang kontak erat. Sebanyak 13 orang itu kemudian menjalani swab PCR.

"Hasilnya dari 13 itu, lima orang dinyatakan terkonfirmasi positif (COVID-19). Sehingga total kasus klaster senam menjadi 14 orang," ucap Glory saat dihubungi wartawan, Kamis (14/10).

Sementara itu, juga muncul klaster pondok pesantren (ponpes) di Gunungkidul. Sebanyak 17 santri terkonfirmasi positif Corona.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...