Diserang Hacker, Akun Instagram Pemkot Solo Akhirnya Dinonaktifkan

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Sabtu, 09 Okt 2021 20:07 WIB
Akun Instagram Pemkot Solo, @pemkot_solo diretas dan menayangkan foto maupun story meme hingga iklan.
Foto: tangkapan layar IG Pemkot Solo yang diretas
Solo -

Akun Instagram resmi Pemkot Solo @pemkot_solo diretas dan mengunggah foto maupun story meme maupun iklan. Pihak Pemkot Solo akhirnya menonaktifkan akun tersebut untuk sementara.

Pihak pemkot sempat menyampaikan pemberitahuan pukul 09.50 WIB akun @pemkot_solo sudah kembali normal. Namun sekitar pukul 13.00 WIB, peretas kembali berhasil membobol sistem keamanan.

Akibatnya, kembali muncul sejumlah gambar, dan tulisan, maupun story yang diunggah peretas. Tim siber Pemkot Solo seakan tak mau kalah dan terus menghapus unggahan dari peretas.

Akhirnya, sekitar pukul 18.00 WIB, Pemkot Solo menyampaikan pemberitahuan akun Instagram itu dinonaktifkan sementara. Kini di akun tersebut tidak terlihat unggahan apapun.

"Akun Instagram @pemkot_solo untuk sementara dinonaktifkan untuk pengamanan lebih lanjut," kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Solo, Kentis Ratnawati, saat dihubungi wartawan, Sabtu (9/10/2021).

Pihaknya masih mengawasi aktivitas ilegal yang dilakukan peretas. Selain itu, tim juga masih berusaha melakukan perbaikan sistem keamanan.

"Iya kita awasi terus ini, kita cari di mana celah yang diambil hacker," ujarnya.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka sudah angkat bicara terkait dengan peretasan akun Instagram Pemkot Solo, @pemkot_solo. Gibran menyebut pihaknya sudah melayangkan laporan ke Facebook terkait dengan peristiwa ini.

"Sudah dilaporkan ke Facebook, tidak tahu juga (indikasi peretasan), biar diurus FB (Facebook)," ujar Gibran saat ditemui wartawan disela mendampingi Menparekraf Sandiaga Uno di rumah kreatif, Sukoharjo, Jawa Tengah, siang tadi.

Gibran menyebut peretasan akun Instagram resmi Pemkot Solo ini baru pertama kali terjadi. Sampai saat ini, akun Instagram itu belum juga pulih.

"Ini baru pertama kali terjadi, belum kembali normal. Emailnya diubah ternyata," tuturnya.

(bai/ams)