Gus Yasin Bicara Kesempatan Tokoh Muda di Muktamar PBNU

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 08 Okt 2021 18:56 WIB
Taj Yasin, tokoh PPP dan Wagub Jateng, (3/3/2019)
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin). (Foto: Arif Syaefudin/detikcom)
Semarang -

Jelang muktamar sejumlah nama meramaikan bursa calon ketua umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, yang juga merupakan warga NU, angkat bicara soal munculnya tokoh senior maupun tokoh muda dalam bursa tersebut.

Gus Yasin sapaannya, menyebut nama KH Said Aqil Siraj dan nama lainnya mumpuni untuk memimpin NU ke depan. Menurutnya ada juga tokoh-tokoh muda yang layak.

"Ada banyak tokoh di NU, tidak kurang dan selalu up to date. Jadi generasi Pak Kiai Said di bawahnya ada, dan yang masih muda juga masih banyak stok," ujar Gus Yasin itu di Gedung Gradhika Bakti Praja, Semarang, Jumat (8/10/2021).

Nama-nama yang disebut Gus Yasin yaitu KH.Yahya Cholil Staqut, Muhaimin Iskandar, KH Abdul Ghofur Maimoen Zubair, dan KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha.

"Karena Rais Tanfidziyah itu pelaksana harian itu bisa diambil dari yang muda, bisa yang senior, atau diambil dari pengetahuannya yang banyak. Misal Pak Kiai Aqil di bawahnya ada Gus Yahya, Gus Muhaimin, Gus Ghofur atau bisa yang baru muncul yang baru tenar itu Gus Baha," ujarnya.

Putra ulama karismatik almarhum KH Maimoen Zubair itu berharap Muktamar PBNU bisa berjalan lancar. Dia menyebut siapapun yang terpilih sebagai Ketum PBNU bisa mengemban tugasnya dengan baik.

"Sebagai warga NU saya mendukung dan berdoa semoga muktamar NU lancar dan kondusif, serta melahirkan rois syuriah dan tanfidziyah yang benar-benar bisa membawa NU lebih manfaat dan barokah," terang dia.

Untuk diketahui, Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) memutuskan beberapa hal salah satunya ialah penyelenggaraan Muktamar yang diputuskan digelar pada 23-25 Desember 2021.

Sementara itu, Ketua PWNU Jateng KH M Muzammil mengatakan muktamar PBNU merupakan kegiatan lima tahunan biasa. Pada intinya NU berpegang teguh pada asas dan prinsip organisasi ulama ahlussunah wal jama'ah yang seimbang, tegak lurus, moderat dan saling menghormati.

"Sudah terbiasa diselenggarakan oleh PBNU setiap lima tahun sekali. Insyaallah PBNU, PWNU dan PCNU se-Indonesia serta PCI NU di luar negeri tetap berpegang teguh pada asas dan prinsip organisasi ulama ahlussunah wal jama'ah yang seimbang, tegak lurus, moderat dan saling menghormati. Insyaallah akhlaq al-karimah tetap segala-galanya karena Nabi Muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan akhlaq. Alhamdulillah para ulama tetap menjadi teladan atau panutan ummat," jelas Muzammil saat lewat pesan singkat kepada wartawan.

Lihat juga video 'Di Balik Alasan Ulama NU Ingin Presiden Dipilih MPR':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/rih)