ADVERTISEMENT

Polisi Ungkap Sederet Pelanggaran Kasus Tenggelamnya Kapal Pengayoman

Arbi Anugrah - detikNews
Jumat, 08 Okt 2021 15:08 WIB
Rilis kasus tenggelamnya kapal Pengayoman IV di perairan Cilacap, Juma (8/10/2021)
Rilis kasus tenggelamnya kapal Pengayoman IV di perairan Cilacap (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)
Cilacap -

Polisi telah menetapkan nakhoda kapal Pengayoman IV yang tenggelam di perairan Cilacap, Jawa Tengah, SA (55) sebagai tersangka. Polisi pun mengungkap sederet pelanggaran dalam tenggelamnya kapal milik Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) tersebut. Apa saja?

"Untuk tersangka yang kita tetapkan ada satu orang yaitu nakhoda kapal. Karena memang dari hasil penyelidikan ada beberapa standar operasional prosedur (SOP) yang berkaitan dengan standar pelayaran yang dilanggar," kata Kapolres Cilacap AKBP Eko Widiantoro kepada wartawan di Mapolres Cilacap, Jumat (8/10/2021).

Eko menerangkan ada beberapa SOP yang dilanggar oleh SA. Di antaranya yang bersangkutan tidak melakukan uji kelayakan kapal sebelum berangkat hingga menyediakan pelampung.

"Kemudian yang kedua izin berlayar juga tidak memiliki, tidak dilaporkan pada syahbandar. Jadi itu beberapa pelanggaran SOP, kemudian dari segi keselamatan. Jadi kapal tersebut sebenarnya semua peralatan transportasi baik darat udara semuanya harus memenuhi standar keselamatan, dalam hal ini dia tidak menyediakan pelampung yang harusnya ada di kapal dan sebagainya. Sehingga ini pada saat terjadi kecelakaan, masyarakat yang menumpang kapal tersebut juga tidak bisa menyelamatkan diri," urai dia.

Tak hanya itu, dari hasil temuan polisi penyebab utama kapal itu terbalik sebelum tenggelam karena terdorong arus. Selain itu kapal tersebut bermuatan dua kendaraan truk berisi material bangunan.

"Sehingga mungkin karena kelayakan tadi, harusnya kapal di uji kelayakan, layak atau tidak untuk berangkat berlayar tidak dilakukan, sehingga dengan beban yang begitu berat dan kena arus yang besar, akhirnya oleng kapal tersebut dan terbalik," ucapnya.

Nakhoda kapal Pengayoman IV tersebut, kata Eko, telah mengemudikan kapal sejak tahun 2012. Dari penyelidikan polisi juga terungkap sebelum kapal itu tenggelam, SA beberapa kali sudah diingatkan tentang SOP.

"Dari hasil penyelidikan yang kita dalami, si nakhoda sebenarnya sudah beberapa kali diingatkan, berkaitan dengan kondisi kapal dan SOP yang tidak dipenuhi. Tapi yang bersangkutan ini tetap bersikeras untuk melakukan kegiatan berlayar," jelasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, SA pun diancam dengan pasal 359 KUHP karena kelalaiannya hingga menyebabkan orang lain meninggal dunia. Dalam kasus ini polisi juga menyita pakaian korban sebagai bukti.

"Untuk barang bukti yang kita amankan di sini ada pakaian korban, kemudian flashdisk dan satu bendel dokumen kapal Pengayoman IV. Tersangka SA ini melanggar pasal 359 KUHP, karena memang pada saat kejadian ada dua korban yang meninggal dunia," ucapnya.

Saat ini, seluruh proses penyidikan telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Cilacap dan dalam waktu dekat akan dinyatakan lengkap atau P-21.

"Jadi untuk saat ini proses yang sudah kita lakukan yang tahapannya di proses penyidikan dan sudah tahap satu serta berkas sudah kita kirimkan ke kejaksaan. Kemudian mungkin dalam waktu dekat kasus ini bisa P-21 dan dinyatakan lengkap oleh pihak kejaksaan, karena memang tahapannya sekarang sudah ada di kejaksaan," jelasnya.

Lihat juga video saat 'Kapal Tenggelam di Perairan Nusakambangan, 2 Orang Tewas':

[Gambas:Video 20detik]



Selengkapnya di halaman berikut...

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT