Wapres Minta 5 Daerah di Jateng Ini Bebas Kemiskinan Ekstrem Akhir Tahun

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 07 Okt 2021 13:27 WIB
Wapres Maruf Amin usai memimpin rakor pengentasan kemiskinan
Wapres Ma'ruf Amin usai memimpin rakor pengentasan kemiskinan di Semarang. (Foto: Angling AP/detikcom)
Semarang -

Wapres Ma'ruf Amin memimpin rapat koordinasi (rakor) penanggulangan kemiskinan ekstrem di Semarang, Jawa Tengah. Ada 5 daerah prioritas di Jawa Tengah yang menjadi target pengentasan kemiskinan ekstrem tahun ini.

Rapat digelar di Gedung Gradhika Bakti Praja Kota Semarang. Rapat itu dihadiri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo; Wagub Taj Yasin; Menko Perekonomian Airlangga Hartarto; Mendagri Tito Karnavian; Mendes, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar; Menkop dan UKM Teten Masduki.

"Saya bersama Pak Menteri dalam rangka percepatan penanganan kemiskinan ekstrem berkoordinasi dengan 5 kabupaten di Jateng yang menjadi target 2021 ini agar 5 kabupaten itu tidak ada lagi kemiskinan ekstrem. Target kita 2024 sudah 0 persen di seluruh Indonesia sesuai arahan Presiden," kata Ma'ruf usai acara, Kamis (7/10/2021).

Ma'ruf berharap ada sinkronisasi penahanan dari anggaran-anggaran yang ada termasuk dari CSR dan Baznas. Ma'ruf juga menyebutkan ada dua pendekatan yang dilakukan, di antaranya dengan perlindungan sosial yaitu bansos dan pemberdayaan berupa pengembangan UMKM.

"Penanganan baik anggaran pusat, dari anggaran provinsi, maupun anggaran Kabupaten. Tambah lagi nanti dari CSR, filantropi, Baznas. Bisa selesaikan di 5 kabupaten di Jateng," jelasnya.

Sementara itu, dari keterangan tertulis yang diperoleh detikcom, tingkat kemiskinan ekstrem di Jateng jika mengacu pada definisi Bank Dunia dan PBB totalnya di Jateng mencapai 581.968 jiwa.

Jumlah di 5 kabupaten prioritas di tahun ini yaitu Kabupaten Banyumas dengan tingkat kemiskinan ekstrem 6,83 persen dan jumlah penduduk miskin ekstrem 116.330 jiwa.

Kemudian Kabupaten Banjarnegara dengan tingkat kemiskinan ekstrem 7,23 persen dan jumlah penduduk miskin ekstrem 67.010 jiwa. Kabupaten Kebumen dengan tingkat kemiskinan ekstrem 7,68 persen jumlah dan penduduk miskin ekstrem 92.190 jiwa.

Kabupaten Pemalang dengan tingkat kemiskinan ekstrem 9.52 persen dan jumlah penduduk miskin ekstrem 124.270 jiwa. Lalu Kabupaten Brebes dengan tingkat kemiskinan ekstrem 10,34 persen dan jumlah penduduk miskin ekstrem 197.520 jiwa.

Wapres secara khusus meminta gubernur Jawa Tengah dan para bupati dari 5 kabupaten prioritas tahun 2021 di Provinsi Jawa Tengah, untuk segera memastikan data dan informasi kelompok penerima manfaat di tiap-tiap kabupaten, yang akan menerima tambahan Bantuan Sosial Tunai dan Bantuan Langsung Tunai Desa.

"Sehingga upaya kita untuk dapat membantu percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem tahun 2021 di lima kabupaten prioritas tersebut bisa diwujudkan," tegasnya.

(mbr/ams)