FX Rudy Ungkap Alasan Pasang Patung Soeharto di Rumdin Gibran

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 01 Okt 2021 19:53 WIB
Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyoroti keberadaan patung Soeharto yang seakan-akan hilang. Namun patung Soeharto justru ada di rumdin wali kota.
Patung Soeharto di rumah dinas Wali Kota Solo (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Patung-patung berukuran setengah badan para mantan presiden RI, termasuk Soeharto, dipasang di teras rumah dinas wali kota Solo. Mantan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, membenarkan penjelasan Pemkot Solo soal patung-patung tersebut dipasang saat dia menghuni rumah dinas tersebut.

"Benar saya yang memerintahkan pembuatan patung-patung semua mantan Presiden RI tersebut, tentu saja termasuk patung Pak Harto. Saya juga yang memerintahkan pemasangannya di teras Loji Gandrung (rumah dinas wali kota Solo)," ujar FX Rudy kepada detikcom, Jumat (1/10/2021).

Rudy lalu mengungkapkan alasannya melakukan hal itu. Menurutnya, seluruh anak bangsa harus bersikap objektif dan adil dalam menjaga moral bangsanya. Dengan memasang patung-patung itu, dia berharap seluruh warga tidak melupakan jasa-jasa para pemimpin bangsanya dari masa ke masa.

"Saat itu memang saya menerapkan Loji Gandrung sebagai kawasan terbuka, pagarnya saya perintahkan untuk dihilangkan biar warga tak merasa berjarak. Siapa pun silakan datang dan memasuki serta melihat seluruh isinya, termasuk biar seluruh warga terutama anak-anak bisa mengenal wajah para mantan presidennya keseluruhan," ujar FX Rudy.

Rudy menegaskan sebagai kader PDIP dia mengakui secara pribadi memang dia punya catatan politik tertentu dengan Soeharto. Meski begitu, dia menegaskan hal itu tidak boleh menghalanginya untuk memberikan pembelajaran sejarah agar tetap mengenal sosok Soeharto.

"Kita ambil sisi positif dalam perjalanan sejarah bangsa bahwa apapun Pak Harto adalah mantan presiden yang pernah berjasa pada negara ini. Sisi negatifnya pasti ada, karena beliau juga manusia. Namun jangan sampai hal itu menghalangi kita untuk menjaga kesinambungan moral bangsa. Jadi kalau Pak Gatot Nurmantyo mempersoalkan patung Pak Harto dihilangkan itu tidak tepat lah, saya justru nambahi kok," ujarnya.

"Nanti saya minta kalau Pak Jokowi sudah tidak jadi presiden, Mas Gibran selaku wali kota membuatkan patung serupa untuk dipasang sejajar dengan para mantan presiden lainnya. Lagi-lagi jangan merasa nggak enak hati karena ada hubungan keluarga. Jangan begitu. Harus diniatkan untuk mengabadikannya agar bisa dikenal generasi berikutnya," lanjut Rudy.

Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyoroti keberadaan patung Soeharto yang seakan-akan hilang. Namun patung Soeharto justru ada di rumdin wali kota.Patung Soeharto di rumah dinas Wali Kota Solo (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Lebih lanjut, Rudy mengatakan dia saat ini punya gagasan untuk mewujudkan pembuatan mural para tokoh anggota BPUPKI dan PPKI di parapet Pucangsawit yang tak jauh dari kediaman pribadinya. Kawasan itu saat ini memang dijadikan ruang ekspresi mural.

"Saya menggandeng sejumlah kreator mural di Solo dan anak-anak muda yang punya ketertarikan pada mural. Kami memilih tokoh-tokoh anggota BPUPKI dan PPKI agar semua tahu, berkat jasa-jasa para tokoh itulah negara ini mencapai kemerdekaan yang kita nikmati sekarang," kata Rudy.

Simak Video: Lapor Pak Gatot, Masih Ada Patung Soeharto Setinggi 3 Meter di Bantul

[Gambas:Video 20detik]




(mbr/ams)