Jejak Merah

Kisah Ishak Bahar, Dipenjara Belasan Tahun Tanpa Persidangan

Vandi Romadhon - detikNews
Kamis, 30 Sep 2021 09:27 WIB
Eks Cakrabirawa, Ishak Bahar, salah satu saksi mata peristiwa 30 September 1965, Selasa (29/9/2021).
Eks Cakrabirawa, Ishak Bahar, salah satu saksi mata peristiwa 30 September 1965, Selasa (29/9/2021). Foto: Vandi Romadhon/detikcom
Purbalingga -

Ishak Bahar (87) adalah salah satu eks prajurit Cakrabirawa, pasukan pengawal presiden di tahun 1965. Ishak yang saat itu berpangkat sersan mayor dijebloskan ke penjara belasan tahun tanpa proses persidangan atas tuduhan terlibat G30S/PKI.

"Pertama di Cipinang 14 hari, terus pindah ke Salemba 13 tahun tanpa persidangan apa-apa, hanya sekali dimintai keterangan sebagai saksi," kata Ishak, saat ditemui di rumahnya di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Rabu (29/9/2021).

Selama 13 tahun di dalam tahanan, peristiwa tidak manusiawi sering kali dialaminya. Siksaan yang luar biasa dan kerap kali harus menahan lapar adalah hal sehari-hari baginya.

"Sudahlah jangan diceritakan, nggak ada yang enak lah. Kalau mukuli semaunya disuruh ngaku, lah saya nggak tahu anggota partai apa-apa, makanan nggak cukup," tuturnya.

Bahkan menurutnya, pernah selama 14 hari Ishak dan teman-temannya hanya diberi makan jagung yang disebar di atas lantai. Selain itu kondisi sel yang sempit membuat banyak rekannya mati tanpa sempat menghirup kebebasan.

"Sel dua meter kali satu meter diisi empat orang, harusnya di situ diisi 600 tapi nyatanya diisi 4.000 orang. Saya merasa beruntung hanya karena Allah saya bisa bebas dengan selamat. Berbeda dengan rekan-rekan yang lain berakhir tragis di dalam, Saya tahu-tahu tanggal 28 Juli 1977 dibebaskan," ungkapnya.

Setelah bebas, Ishak menjalani kehidupan yang cukup sulit. Menjadi buruh tani dan menjadi tukang petik kelapa sempat dilakoninya.

"Saya ini kan anak ustaz jadi beruntung masyarakat tidak begitu memberi cap buruk karena saya juga sebelumnya lulusan pesantren, jadi masyarakat banyak yang tidak percaya saya terlibat dalam PKI," imbuhnya.

Kesaksian Ishak di Malam 30 September 1965

Pria yang saat ini berusia 87 tahun itu dengan jelas menceritakan peristiwa yang dialaminya pada 30 September 1965

"Tahun 1956 saya mulai di militer, saya kesatuan di raiders, kopassus, terakhir saya pengawal istana, justru saya kenanya di pengawal istana tahun 1965," jelas Ishak.

Ishak menceritakan, dia awalnya tidak tahu bahwa akan dilibatkan dalam sebuah peristiwa yang tragis.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...

Simak juga 'Gatot Sebut PKI Gaya Baru Sudah Menyusup ke TNI':

[Gambas:Video 20detik]