Pabrik Obat Keras Ilegal di Bantul Digerebek Bareskrim, Ini Kesaksian Warga

Pradito Rida Pertana - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 16:12 WIB
Pabrik obat keras ilegal di Bantul yang digerebek Bareskrim Polri, Selasa (28/9/2021).
Pabrik obat keras ilegal di Bantul yang digerebek Bareskrim Polri, Selasa (28/9/2021). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Bantul -

Pabrik obat keras ilegal di Kapanewon Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang digerebek Bareskrim Mabes Polri saat ini sepi dan dipasangi garis polisi. Warga sekitar menyebut tidak ada aktivitas mencurigakan sebelum pabrik tersebut digerebek Bareskrim.

Pantauan di bangunan yang terletak di Jalan IKIP PGRI No 158 Pedukuhan Sonosewu, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Selasa (28/9), tampak garis polisi masih terpasang di bagian pagar. Tampak pula stiker bertuliskan 'Objek ini dalam proses penyidikan Bareskrim Mabes Polri' tertempel di pintu pabrik.

Salah seorang warga di sekitar lokasi pabrik yang enggan disebutkan namanya menyebut di sepanjang jalan tersebut banyak perusahaan dan gudang. Sehingga dia tidak menaruh curiga dengan kegiatan di pabrik tersebut.

"Pabrik itu beraktivitas layaknya pabrik biasa. Truk boks maupun mobil lainnya biasa keluar masuk pabrik untuk bongkar muat, tapi saya tidak tahu ini pabrik apa," ucapnya kepada wartawan, Selasa (28/9/2021).

Oleh sebab itu, pria berusia 45 tahun ini kaget saat mengetahui pabrik tersebut digerebek polisi karena memproduksi obat keras ilegal. Menurutnya, penggerebekan itu berlangsung cepat.

"Saya tidak tahu kalau digerebek, tiba-tiba saya dapat kabar dari tetangga terus ada mobil polisi," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, polisi mengungkap praktik produksi obat-obatan keras ilegal di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman. Hasilnya, polisi meringkus tiga orang tersangka yang mengelola dua pabrik dengan hasil produksi sebulan mencapai 420 juta butir.

"Pengungkapan kasus ini berawal dari di Jakarta kemudian kita kembangkan di wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan kemudian dikembangkan bahwa pabriknya di Yogyakarta," kata Kabareskrim Komjen Agus Andrianto saat jumpa pers di salah satu pabrik ilegal di Jalan IKIP PGRI No.158 Pedukuhan Sonosewu, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Bantul, Senin (27/9).

Agus menjelaskan, dari pengungkapan tersebut pihaknya mampu meringkus 10 tersangka. Sedangkan di Yogyakarta pihaknya berhasil meringkus 3 tersangka yang bertugas mengelola 2 pabrik obat ilegal.

Adapun ketiga tersangka adalah JSR Alias J (56) warga Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, LSK Alias DA (49) warga Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul dan WZ (53) warga Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Ketiganya mengelola 2 pabrik yang memproduksi pil Hexymer, LL atau double L dan Dextromethorphan.

"Tersangkanya di sini ada tiga, dan 10 lagi dari wilayah-wilayah yang saya sebut termasuk Jakarta. Dan yang jelas ini temuan yang cukup besar," ucapnya.

"Selain itu, pelaku yang ditangkap belum pernah terlibat atau masuk dalam jaringan memproduksi obat-obatan secara ilegal maupun psikotropika," lanjut Agus.

(sip/ams)