Bisnis Pijat Plus Sesama Jenis di Solo Dibongkar, Gibran Bilang Begini

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 13:44 WIB
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Rabu (15/9/2021).
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Rabu (15/9/2021). (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Solo -

Polda Jawa Tengah membongkar praktik prostitusi pijat plus-plus sesama jenis di Solo. Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka angkat bicara soal bisnis yang sudah berjalan lima tahun itu.

Gibran mengatakan akan memperketat pengawasan di wilayahnya. Menurutnya, kegiatan prostitusi dalam bentuk apapun tetap tidak diperbolehkan.

"Pasti lah ada pengetatan. Prostitusi dalam bentuk apapun tidak boleh," kata Gibran saat dijumpai di rumah dinas Loji Gandrung, Solo, Selasa (28/9/2021).

Sementara itu soal kasus prostitusi bermodus pijat plus-plus itu, Gibran menyerahkan pengusutan proses hukum ke polisi.

"Saya serahkan kepada kepolisian untuk tindak lanjutnya. Sudah ditangkap ya sudah," ujarnya.

Sejak awal dilantik sebagai Wali Kota Solo, Gibran juga melakukan gebrakan agar Solo terbebas dari prostitusi. Salah satunya dengan melakukan razia pekerja seks komersial (PSK) bersama kepolisian di kawasan Banjarsari.

Diberitakan sebelumnya, praktik prostitusi sesama jenis di Solo dibongkar Polda Jateng. Satu orang jadi tersangka dan 6 orang terapis diamankan polisi.

Direktur Reskrimum Polda Jateng, Kombes Djuhandani Rahardjo Puro mengatakan pada 25 September 2021 lalu sekitar pukul 17.00 WIB petugas mendatangi sebuah indekos Banjarsari, Solo, setelah ada laporan masyarakat soal praktik prostitusi sesama jenis.

"Pengecekan di kos-kosan ditemukan terapis laki-laki dengan pelanggan laki-laki melakukan SOP cabul," kata Djuhandani di Mapolda Jateng, Senin (27/9).

Satu orang ditetapkan sebagai tersangka yaitu pria berinisal D (47), yang menjadi bosnya. Dalam praktiknya para terapis itu melakukan beberapa tindakan cabul selain pijat.

"Modus operandinya dengan pijat plus-plus," ujarnya.

Para terapis tersebut juga melayani prostitusi tak hanya dengan sesama jenis. Kegiatan itu dilakukan di luar kos yang menjadi tempat layanan pijat plus-plus.

"Ini di luar akan kembangkan sejauh mana. Tapi tujuan kita akan bersihkan, situasi aman, kondusif, bebas dari penyakit masyarakat," jelasnya.

(ams/sip)