Polisi Kesulitan Ungkap Identitas Kerangka Bersila di Pantai Bantul

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 15:25 WIB
Penemuan kerangka dan tengkorak manusia misterius di pesisir Pantai Parangkusumo Bantul, Selasa (21/9/2021).
Penemuan kerangka dan tengkorak manusia misterius di Pantai Parangkusumo, Bantul, Selasa (21/9/2021) (Foto: Babinpotmar Samas Parangtritis)
Bantul -

Polisi menemui kendala dalam mengungkap identitas kerangka manusia yang ditemukan dalam posisi bersila di Pantai Parangkusumo, Kabupaten Bantul. Polisi meminta jika ada warga yang kehilangan anggota keluarganya agar segera lapor.

"Untuk identitasnya belum, diidentifikasi di RS Bhayangkara (Polda DIY)," kata Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi saat ditemui detikcom di Kapanewon Kasihan, Bantul, Senin (27/9/2021).

Ngadi menjelaskan polisi kesulitan mengungkap identitas kerangka manusia itu karena tidak ada tanda pengenal yang ditemukan di sekitar TKP penemuan. Hingga saat ini belum ada masyarakat yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya.

"Identitas tidak ada dan keluarga belum ada yang melaporkan kehilangan anggota keluarga sampai saat ini. Yang jelas kami masih berusaha mencari identitas kerangka itu," ucapnya.

Kerangka manusia itu ditemukan dalam kondisi bersila. Namun Ngadi belum bisa memastikan apakah berkaitan dengan pelaksanaan ritual.

"Saya belum bisa katakan itu," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, warga di Pantai Parangkusumo, Bantul, DIY, menemukan tengkorak dan kerangka manusia terpisah di pasir pantai.

Penemuan kerangka manusia dan tengkorak manusia itu berawal saat warga sedang mencari rumput di Pantai Parangkusumo, Selasa (21/9). Tengkorak manusia itu ditemukan tergeletak di atas pasir pantai.

"Jam 07.00 WIB ada informasi warga menyampaikan penemuan itu, dan sekitar jam 10.00 WIB dilaporkan ke kami," ucap Kapolsek Kretek Kompol S Parmin saat dihubungi, Selasa (21/9).

"Antara kepala (tengkorak) sama badannya. Jadi tengkorak di pasiran dan setelah olah TKP kita temukan kerangka manusia tertimbun di dalam pasir," ujar Parmin.

Mayat yang ditemukan tersebut diduga berjenis kelamin laki-laki, namun belum diungkap dugaan usianya. Hasil pemeriksaan awal dari tim medis, kemungkinan lelaki yang mayatnya ditemukan dalam kondisi kerangka tersebut telah meninggal tiga bulan lalu.

"Tadi hasil cek sama Inafis, Polsek dan dokter Puskesmas ternyata sementara sepertinya laki-laki. Tadi selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara," lanjutnya.

"Yang jelas kalau informasi dari dokternya tadi diperkirakan sudah tiga bulanan (meninggal)," imbuhnya.

(rih/sip)