Identitas Kerangka Bersila yang di Pantai Bantul Masih Misterius

Pradito Rida Pertana - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 16:13 WIB
Penemuan kerangka dan tengkorak manusia misterius di pesisir Pantai Parangkusumo Bantul, Selasa (21/9/2021).
Lokasi penemuan kerangka manusia di pantai Bantul. (Foto: Babinpotmar Samas Parangtritis)
Bantul -

Polisi belum mengantongi identitas kerangka manusia yang ditemukan di Pantai Parangkusumo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) beberapa hari lalu. Selain itu hingga saat ini belum ada laporan orang hilang ke Polsek Kretek.

Kapolsek Kretek AKP Yosephine Iswantari menjelaskan bahwa kerangka manusia itu sudah dimakamkan. Pasalnya hingga hari ini belum ada yang mendatangi Polsek Kretek terkait pengungkapan identitas kerangka.

"Untuk kerangka kita krim ke RS Bhayanhakara untuk dilakukan pemeriksaan oleh RS. Setelah dilakukan pemeriksaan kita bersurat ke Dinsos Provinsi DIY untuk pemakaman," katanya kepada detikcom, Sabtu (25/9/2021).

Dia juga mengaku belum menerima hasil pemeriksaan dari rumah sakit Bhayangkara Polda DIY. Apalagi, hingga saat ini belum ada masyarakat yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya. Begitu pula terkait orang hilang di Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul.

"Sampai saat ini belum ada laporan ke Polsek (Kretek) soal orang hilang. Karena itu, kalau ada masyarakat yang kehilangan anggota keluarga dan ciri-cirinya sama silakan datang ke Polsek Kretek," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, polisi menyebut kerangka manusia saat ditemukan di Pantai Parangkusumo kemarin dalam posisi bersila. Saat ini polisi masih mengidentifikasi kerangka tersebut, pasalnya belum ada laporan orang hilang ke Polsek Kretek.

Kanit Ident Satreskrim Polres Bantul Ipda Tono Wibowo mengaku saat melakukan identifikasi kerangka dalam posisi duduk. Selain itu, pihaknya menemukan pula potongan pakaian di sekitar kerangka.

"Posisi duduk, kaki duduk bersila memakai (pakaian) traning warna hitam kombinasi list merah dan celana dalam hitam," katanya saat dihubungi detikcom, Rabu (22/9).

"Ditemukan ditempat yg sama, karena sudah jadi tulang akibat pembusukan sendi-sendi tulang waktu dilakukan penggalian terlepas (tengkorak dan kerangka tubuh)," ucapnya.

(sip/sip)