Jembatan Ini Jadi Saksi Perjuangan Pahlawan Lumpuhnya Belanda di Kulon Progo

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 09:14 WIB
Museum Mini Sejarah Jembatan Bantar, Kulon Progo, Sabtu (25/9/2021).
Museum Jembatan Bantar di Sentolo, Kulon Progo. (Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikcom)
Kulon Progo -

Jembatan Bantar di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi saksi biksu perjuangan tentara Indonesia dalam melawan tentara Belanda pasca-kemerdekaan Indonesia. Momen-momen pertempuran yang menjadi bagian dari peristiwa Agresi Militer Belanda II itu kini dapat dilihat langsung di Museum Mini Sejarah Jembatan Bantar.

Museum ini terletak di Dusun Banguncipto, Kalurahan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, DIY. Lokasinya tak jauh dari Jembatan Bantar, yaitu berkisar 300 meter. Adapun jarak museum ini dari pusat Kota Yogyakarta, sekitar 20 Km. Jika menggunakan kendaraan bermotor, waktu tempuhnya mencapai 30 menit perjalanan.

Di museum ini, pengunjung bisa melihat arsip perjuangan pasukan tentara Indonesia saat melumpuhkan bala tentara Belanda di Jembatan Bantar pada medio 1948-1949. Selain itu pengunjung juga dapat mempelajari sejarah berdirinya jembatan yang berusia hampir 1 abad tersebut.

Kehadiran Museum Sejarah Bantar merupakan kerjasama antara Museum Soesilo Soedarman di Cilacap, Jawa Tengah, dengan Komunitas Penggiat Sejarah Djokjakarta 1945. Komunitas ini bergerak dalam penelusuran sejarah bangsa Indonesia utamanya yang terjadi di Yogyakarta pada sekitar tahun 1943 hingga 1949.

"Awalnya komunitas ini (Djokjakarta 1945) ketemu saya pada Februari 2020. Mereka bercerita bahwa di Kulon Progo ada monumen perjuangan, tepatnya di Jembatan Bantar. Dari situ kami langsung mengadakan studi literatur, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, dan ternyata memang sejarah Jembatan Bantar ini sangat luar biasa sehingga bisa kita angkat," kata Indroyono Soesilo, Ketua Dewan Kurator Museum Soesilo Soedarman dalam peresmian Museum Mini Sejarah Jembatan Bantar di Kulon Progo, Jumat (24/9/2021).

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI 2014 - 2015 itu mengatakan sejarah jembatan penghubung Kulon Progo dengan Bantul tersebut menarik untuk ditelusuri. Mulai dari proses pembangunannya yang dipenuhi lika-liku, konstruksi bangunan yang tercanggih pada zamannya hingga fakta bahwa jembatan ini jadi saksi bisu perjuangan TNI mempertahankan kemerdekaan RI pada Agresi Militer Belanda ke II tahun 1948-1949.

"Inilah yang pada akhirnya Pada 1 Maret 1995 (Jembatan Bantar) dijadikan monumen perjuangan. Dan karena itu mungkin Pak Sultan (Gubernur DIY) kagum dengan ini sehingga kemudian pada Juni 2021 menjadikan Jembatan Bantar sebagai cagar budaya," ucapnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya...