Viral Talut di Banjarnegara Ambrol Dipukul Tangan, DPRD Sorot 5 Proyek Ini

Uje Hartono - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 18:13 WIB
Rapat antara Komisi III DPRD dengan Dinas PUPR Banjarnegara, Jumat (24/9/2021).
Rapat antara Komisi III DPRD dengan Dinas PUPR Banjarnegara, Jumat (24/9/2021). (Foto: Uje Hartono/detikcom)
Banjarnegara -

Video sidak anggota Komisi III DPRD Banjarnegara, Jawa Tengah yang memukul talut hingga ambrol dengan tangan kosong viral di media sosial belum lama ini. Kini ada empat titik proyek lain yang juga disorot karena kualitasnya yang dinilai rendah.

Ketua Komisi III DPRD Banjarnegara Ryan Aditya Wahyu mengatakan pembangunan proyek infrastruktur yang tidak sesuai dengan spesifikasi tidak hanya ditemukan di ruas Jalan Kutayasa-Larangan. Dia juga menyoroti kualitas pembangunan di empat titik proyek pembangunan infrastruktur lainnya.

"Selain ruas jalan Kutayasa-Larangan, ada empat titik lain yakni di Kecamatan Punggelan ruas Tanjung Tirta-Sipoh dan Tanjung Tirta-Mlaya, kemudian di Kecamatan Pandanarum di ruas Jalan Pringgamba-Plorengan, dan ruas jalan Kebondalem Kecamatan Bawang," kata Ryan kepada wartawan usai rapat dengan Dinas PUPR Banjarnegara di Gedung DPRD Banjarnegara, Jumat (24/9/2021).

Dia menyebut sebagian besar temuan ini terkait rendahnya kualitas material sehingga berdampak pada kekuatan bangunan tersebut. Hanya saja, lanjutnya, sebagian proyek pembangunan itu sudah diperbaiki setelah mendapat peringatan.

"Untuk yang di Kecamatan Punggelan dan Pandanarum sudah selesai perbaikan. Sebelumnya kami sudah ke sana dan kami minta untuk diperbaiki. Tetapi masih ada yang belum, dan kami meminta untuk diperbaiki dengan sisa waktu pengerjaan ini," ujar dia.

Menanggapi hal itu, Sekdin PUPR Banjarnegara, Arqom Al Fahmi, tidak memungkiri masih ada yang perlu diperbaiki dari proyek-proyek pembangunan di wilayahnya. Dia pun mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak penyedia jasa untuk segera melakukan perbaikan.

"Pada intinya kami sepakat apa yang disampaikan oleh Komisi III, kegiatan rusak memang rusak, kami akan lakukan koreksi dan evaluasi untuk perbaikan selanjutnya," kata Arqom.

Dia menyebut ada dua lokasi yang menjadi perhatian untuk segera diperbaiki. Yakni proyek infrastruktur di Kebon Dalem dan Kutayasa-Larangan yang dikerjakan oleh penyedia jasa PT Sutikno Tirta Kencana.

"Dua kegiatan ini memang dikerjakan oleh rekanan yang sama yakni PT Sutikno Tirta Kencana, karena ini masih dalam pelaksanaan sehingga kami meminta kepada rekanan untuk memperbaikinya," pungkasnya.

(sip/ams)