Airlangga-Ganjar Kompak Naik Ojol di Acara Yaqowiyu Klaten

Achmad Syauqi - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 16:40 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kompak naik ojol di acara Klaten
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kompak naik ojol di acara Klaten (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghadiri acara tradisi Yaqowiyu di Kecamatan Jatinom, Klaten. Keduanya sama-sama kompak menumpang ojek online (ojol) saat mengikuti pembagian apem.

Pantauan di lokasi, Jumat (24/9), Airlangga tampak memakai blangkon dan berkemeja batik lengan panjang. Sementara Ganjar tampak memakai kopiah hitam dan memakai kemeja batik lengan panjang.

Ganjar dan Airlangga tampak mengikuti doa di makam Ki Ageng Gribig, di Kompleks Masjid Agung Jatinom. Usai acara keduanya berjalan beriringan menuju lokasi pelepasan ojol yang membagi kue apem ke masyarakat sekitar.

Setibanya di depan gapura masjid, Airlangga menumpang ojol. Disusul Ganjar yang juga membonceng ojol ke simpang tiga jalan.

Keduanya lalu melepaskan keberangkatan puluhan ojol yang membawa kue apem. Kue campuran tepung beras, gula, dan santan itu lalu dibawa ojol untuk dibagikan ke warga.

Terdengar riuh antusias warga yang berada di lokasi saat melihat Ganjar. Ganjar yang menumpang ojol itu pun menjawab, "Yoo".

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kompak naik ojol di acara KlatenMenko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kompak naik ojol di acara Klaten (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)

Warga juga terlihat merekam momen Ganjar dan Airlangga di Klaten itu dengan ponselnya masing-masing.

"Ini acara Yaqowiyu, tiap tahun Pak Ganjar juga ikut beberapa tahun dalam pembagian kue apem dalam rangka Yaqowiyu. Tadi malam kita haul," kata Airlangga pada wartawan di lokasi, Jumat (24/9/2021).

Airlangga mengatakan tradisi Yaqowiyu sudah 400 tahun. Ki Ageng Gribig menciptakan tradisi yang meninggalkan legasi ekonomi kerakyatan.

"Ki Ageng ini menciptakan kegiatan pembagian apem meninggalkan legasi ekonomi rakyat. Ini sebuah tradisi yang dilakukan berbagi dan tadi malam selawat agar Indonesia terbebas dari Corona," lanjut Airlangga.

Airlangga pun mengungkap alasan pembagian apem Yaqowiyu tahun ini melibatkan ojol. Salah satu alasannya, karena pembagian di lokasi tidak memungkinkan sehingga apem itu diantar ke warga demi menjaga protokol kesehatan.

"Prokes tidak memungkinkan digelar gerebek apem maka dibagikan kepada masyarakat lewat ojol. Tahun ini banyaknya 6 ton," sambung Airlangga.

(ams/sip)