Kapan PTM di Jepara yang Kini Disetop Total Dimulai Lagi? Ini Kata Bupati

Dian Utoro Aji - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 13:29 WIB
Puluhan orang terdiri dari siswa dan guru MTs Al Muttaqin Rengging, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, positif Corona Rabu (22/9/2021).
MTs Al Muttaqin Rengging, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Rabu (22/9/2021). Foto: Dian Utoro Aji/detikcom
Jepara -

Bupati Jepara Dian Kristiandi memutuskan untuk menghentikan sementara pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas usai temuan kasus Corona di salah satu MTs. Keputusan soal PTM ini bakal dievaluasi setelah 7 hari dijalankan.

"Insyaallah tujuh hari ke depan (setelah dilakukan penutupan Rabu kemarin) kita bisa temukan apakah itu menjadi klaster sekolah atau penularan di luar sekolah atau mungkin penularan rumah tangga masing-masing," kata Bupati Jepara, Dian Kristiandi kepada wartawan di Jepara, Jumat (24/9/2021).

"Intinya adalah bagaimana kemudian hari ini menjadi hikmah menyadari bahwa COVID ini ada dan selalu berprotokol kesehatan," sambung pria yang disapa Andi ini.

Andi menerangkan jika dari hasil evaluasi diputuskan PTM aman digelar, maka sekolah tatap muka akan kembali dilakukan. Sebab, menurutnya pendidikan merupakan hal penting setelah kesehatan.

"Hasil evaluasi nanti akan langsung buka kembali, pendidikan yang kedua setelah kesehatan. Manungso (manusia) tujuannya sehat sek, pendidikan baru kita mewujudkan kesejahteraan," terang Andi.

Keputusan menghentikan PTM ini dilakukan usai adanya temuan kasus Corona di MTs di Pecangaan, Jepara. Hal ini dilakukan untuk menyetop penyebaran kasus Corona dan berharap masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan.

"PTM evaluasi sementara, sekali lagi kita akan lakukan evaluasi sementara supaya tujuannya mengingatkan warga masyarakat bahwa COVID-19 ini masih ada utamanya paling penting menerapkan protokol kesehatan," terang Andi.

"Tidak hanya di sekolah saja, sekolah ini kan satu tempat yang digunakan proses pembelajaran, tapi di sisi lain kesehatan menjadi yang utama. Bagaimana kita belajar kalau tidak sehat," sambung dia.

Andi menambahkan pemerintah daerah pun akan menyiapkan sarana dan prasarana penunjang PTM yang lebih matang. Dengan demikian, kata dia tidak terjadi penularan kasus Corona di tingkat sekolah.

"Kita menginginkan seluruh warga masyarakat menyadari saling mengingatkan, insya allah tidak dalam waktu lama evaluasi menyeluruh, penyelenggaran pendidikan bagaimana kemudian menyiapkan sarana prasarana untuk protokol kesehatan," pungkas Andi.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Jepara Andi telah meminta untuk menyetop sementara PTM di Jepara. Hal itu dilakukan karena ada puluhan siswa dan guru MTs yang terpapar Corona.

"PTM sementara kita akan tutup semua di Jepara, akan kita tutup untuk semua (semua jenjang sekolahan). Masyarakat kembali kita sadarkan bahwa ini contoh seperti ini," kata Andi ditemui di MTs Al Muttaqin Rengging, Pecangaan, Jepara, Rabu (22/9).

Untuk diketahui ada sebanyak 28 siswa dan guru di MTs Al Muttaqin Rengging yang terkonfirmasi Corona. Ini terjadi setelah ada siswa yang divaksin Corona namun tidak lolos screening. Siswa itu mengalami sakit dan bergejala Corona.

Akhirnya dites swab dan dinyatakan positif Corona. Hingga dilakukan tracing ada 28 siswa dan guru yang terkonfirmasi positif Corona.

(ams/mbr)