Ternyata Ini Penyebab Yogyakarta Belum Turun Level PPKM

Heri Susanto - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 18:14 WIB
Proses penataan kawasan Tugu Pal Putih, Yogyakarta, telah rampung dilakukan. Kawasan itu kini kian setelah bebas dari kabel melintang. Berikut potretnya.
Tugu Yogyakarta. (Foto: Pius Erlangga/detikcom)
Yogyakarta -

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih menerapkan PPKM Level 3 sejak 6 September 2021 lalu. Ternyata penyebabnya yakni vaksinasi untuk lanjut usia (lansia) belum mencapai target yakni 60 persen.

"Vaksinasi lansia di DIY masih 58,6 persen, sampai akhir bulan. Kami optimis sampai akhir bulan bisa tercapai target 60 persen sehingga DIY turun level," kata Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) DIY Pembajun Setyaningastutie, saat jumpa pers virtual, Rabu (15/9/2021).

Pembajun menjelaskan ada banyak parameter untuk menentukan level PPKM. Mulai dari angka kematian, bed occupancy rate (BOR), dan kasus positif.

"Sekarang ditambah lagi, cakupan vaksin harus di atas 70 persen atau 80 persen sesuai target pemerintah agar herd immunity tercapai. Lansia di atas 60 persen sudah divaksin, dipertimbangkan turun levelnya," jelas Pembajun.

Dari beberapa indikator tersebut, DIY saat ini masih terkendala capaian vaksinasi. Terutama vaksinasi untuk lansia yang khawatir keluar rumah.

"Dikasih iming-iming bingkisan bagi lansia untuk keluar rumah bersedia divaksin. Kalau tidak punya bingkisan, ya kita jemput bola," jelas Pembajun.

Kabiddokkes Polda DIY Kombes dr Is Sarifin menambahkan pihaknya mendukung vaksinasi jemput bola dengan mobil vaksinasi. Bahkan, keberadaan mobil vaksinasi itu rencananya masih akan terus dipertahankan sampai herd immunity di DIY tercapai.

"Untuk mobile vaksin masih berlanjut, sampai kapan? Selama dibutuhkan masih terus berlanjut," katanya.

Data terkini di DIY menunjukkan kasus positif hari ini sebanyak 105 kasus. Selanjutnya, jumlah kematian Corona 5 kasus, BOR kritikal 34,02 persen, dan BOR non-kritikal 17,59 persen.

Mengenai capaian vaksinasi, Ketua Percepatan Vaksinasi DIY Sumadi mengungkapkan, sampai 21 September 2021, capaian vaksin mencapai 2.175.466 orang untuk dosis pertama dari target 2.879.699 orang. Angka ini sama dengan pencapaian 75,54 persen dari target.

"Alhamdulillah untuk dosis kedua sudah pada angka 1.079.306 atau 36,10 persen," katanya.

(sip/ams)