Pamit Mendaki Merapi, Pria Sleman Ini Hilang Kontak Sejak Kemarin

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 17:08 WIB
Pucak Gunung Merapi terlihat dari Desa Wedomartani, Ngemplak, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (5/7/2021). Menurut data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, pada periode Senin, 7 Juli 2021 pukul 06.00-18.00 WIB teramati terjadi satu kali awan panas guguran dengan jarak luncur 1.500 ke arah barat daya, 14 kali luncuran lava pijar ke arah barat daya jarak maksimal 1.500 meter dan 14 kali luncuran lava pijar jarak luncur 1.800 meter ke arah tenggara. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/pras.
Gunung Merapi. (Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)
Sleman -

Selamiyo (35) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dilaporkan hilang setelah meninggalkan rumah sejak Selasa (21/9) pagi dan belum kembali hingga saat ini. Sebelum pergi, ia berpamitan ke keluarganya untuk mendaki Gunung Merapi dari jalur Bukit Klangon.

"Kemarin itu sekitar jam 9 pagi yang bersangkutan pamit ke keluarganya kalau mau naik (Gunung) Merapi. Tapi sama keluarga dan warga masyarakat diikuti masuk ke hutan," kata Koordinator Sarlinmas Kaliurang, Kiswanto saat dihubungi wartawan, Rabu (22/9/2021).

Kiswanto mengatakan keluarga dan warga sekitar mengikuti korban ke arah bukit Kendil namun akhirnya kehilangan jejak. Warga kemudian berusaha mencari dengan memanggil-manggil nama korban yang merupakan warga Lor, Glagaharjo, Cangkringan, itu.

"Ada yang melihat (korban) ke arah bukit Kendil. Terus dicari, dipanggil-panggil masih nyaut (membalas panggilan) dua kali," katanya.

Warga yang kehilangan jejak kemudian melakukan penyisiran hingga sore hari. Namun hasilnya nihil. Pencarian kemudian dihentikan karena hujan turun dan terhalang kabut.

"Memang sempat kehilangan jejak. Tapi arahnya pasti kalau kemarin ke arah bukit Kendil. Tapi karena terhalang hujan lebat kemarin itu terus akhirnya warga balik ke bawah," katanya.

Proses pencarian pun dilanjutkan hari ini. Namun, hingga sore hari, Selamiyo belum ditemukan.

"Dilanjut tadi pagi dengan area pencarian diperluas sampai utara bukit Kendil tapi hasil masih nihil," ungkapnya.

"Tapi informasinya dia dalam pengawasan keluarga karena sering kadang seperti orang stres itu," lanjut Kiswanto.

Kiswanto membeberkan, pencarian akan dilanjutkan lagi besok. Saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait untuk membahas proses pencarian dan kemungkinan untuk melakukan pencarian terbuka.

"Jadi kami baru berkoordinasi, nanti langkah selanjutnya apakah akan buka operasi pencarian atau hanya sekadar pencarian masyarakat setempat dan relawan itu masih kami bahas," tutupnya.

Gunung Merapi sendiri saat ini masih dinyatakan tertutup untuk pendakian karena sedang terjadi aktivitas vulkanis tinggi. Gunung Merapi saat ini dalam status siaga sejak sejak 5 November 2020 lalu.

(sip/mbr)