Dilema Miliarder Baru di Klaten Dapat Duit Banyak, tapi...

Achmad Syauqi - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 07:39 WIB
Penampakan rumah baru warga terdampak tol Yogya-Solo di Desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo, Klaten
Penampakan rumah baru warga terdampak tol Yogya-Solo di Desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo, Klaten (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Uang ratusan juta bahkan miliaran rupiah kini dikantongi warga yang terdampak jalan Tol Yogya-Solo di Klaten, Jawa Tengah. Namun di tengah sukacita itu, warga mengaku dilema meninggalkan rumah lamanya.

"Pastinya ya berat hatilah, harus menyesuaikan lagi. Satu RT kini pisah-pisah," ungkap warga Dusun Ngentak, Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo pada detikcom, Minggu (19/9/2021).

Ika bercerita sebelum akhirnya terpisah, warga satu RT sempat ditawari untuk direlokasi berbarengan. Namun, sebagian warga tidak kompak dan menolak tawaran tersebut.

"Sebenarnya pada ditawari relokasi tapi pada tidak mau. Ada yang pindah paling jauh di Kecamatan Wonosari membangun baru ada tiga rumah," terang Ika yang mendapat ganti rugi Rp 1,4 miliar ini.

Hal senada juga disampaikan warga RT 9 Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Andang Harjanto. Andang mengatakan jika bisa memilih, dia ingin tidak pergi dari desa asalnya.

"Ya bagaimana pun tetap enak di sini karena lingkungannya sudah jadi. Tapi ada juga warga yang memilih pindah 5-6 rumah," kata Andang pada detikcom di lokasi pembangunan rumah barunya yang hanya berjarak 50 meter dari rumah lama.

Dengan alasan itu, Andang dan kelima tetangganya kemudian membeli tanah yang masih dekat dengan rumah lama mereka. Andang menyebut orang tuanya bahkan tidak berkeinginan pindah.

"Kalau saya sebenarnya pindah ke manapun tidak masalah. Tapi orang tua tidak mau, ya lebih baik di sini," jelas Andang yang menerima uang ganti rugi proyek tol sebesar Rp 1,2 miliar ini.

Tak hanya Andang, warga Dusun Pasekan, Desa Ngabeyan, Kecamatan Karanganom, Slamet mengatakan jika boleh memilih dirinya memilih tidak ada tol. Meski mendapat banyak uang, Slamet mengaku repot.

"Kalau disuruh milih saya milih tidak ada tol, sudah tenteram di rumah lama. Ini dapat duit tapi juga bongkar-bongkar, bangun lagi dari awal," kata Slamet yang membangun rumah baru di jarak 200 meter dari rumah lama.

Lihat juga video 'Kisah 4 Desa di RI yang Warganya Mendadak Jadi Miliarder':

[Gambas:Video 20detik]



Selengkapnya di halaman berikutnya...