Langgar PPKM, Hajatan Pernikahan di Boyolali Dibubarkan!

Ragil Ajiyanto - detikNews
Minggu, 19 Sep 2021 16:41 WIB
Satpol PP Boyolali membubarkan hajatan di restoran karena melanggar ketentuan PPKM, Minggu (19/9/2021).
Satpol PP Boyolali membubarkan hajatan di restoran karena melanggar ketentuan PPKM (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Satpol PP Boyolali membubarkan hajatan resepsi pernikahan yang digelar di sebuah restoran. Acara hajatan ini digelar karena melanggar sejumlah ketentuan.

"Sesuai dengan ketentuan di Inbup (instruksi bupati) nomor 12/2021, boleh menyelenggarakan hajatan tetapi dibatasi, jumlah undangan maksimal 20 undangan dan tidak menyediakan kursi. Tetapi ini tadi tidak seperti itu. Kursi digelar dan undangan diperkirakan ratusan. Terpaksa kami hentikan," ujar Kasi Penindakan Satpol PP Boyolali, Tri Joko Mulyono, kepada detikcom, Minggu (19/9/2021).

Tri menyebut pihaknya nekat dibubarkan karena mengundang ratusan orang dan diselingi hiburan musik. Saat foto bersama baik pengantin maupun tamu undangan mencopot masker tanpa menjaga jarak.

Tri menyebut penyelenggara hajatan merupakan warga Sukoharjo. Mereka mengklaim restoran yang digunakan untuk resepsi telah mengantongi izin untuk mengadakan hajatan. Tim gabungan menemukan hajatan ini saat operasi yustisi.

"Ini tadi sebenernya bukan target. Pada saat operasi yustisi malah kami menemukan kegiatan hajatan di salah satu resto. Setelah kami klarifikasi ke kecamatan dan pihak owner memberikan penjelasan bahwa kegiatan tersebut ternyata di luar dugaan dari pemilik resto yang sebelumnya hanya untuk kegiatan makan-makan," kata dia.

"Memang restoran boleh buka dengan ketentuan prokes yang ketat. Tetapi untuk wahana wisata masih dilarang, dan untuk hajatan masih dibatasi jumlah undangan dan prokes yang ketat," jelas Tri Joko.

Tim melakukan tes antigen ke kedua mempelai, keluarga mempelai, dan tamu undangan secara acak. Satpol PP Boyolali kemudian memanggil panitia dan penanggung jawab hajatan tesebut pada Selasa (21/9) lusa.

Mereka akan dikenakan sanksi administrasi sesuai dengan Perbup nomor 8 tahun 2021 atas perubahan Perbup nomor 4 tahun 2020. Mengacu pada Inbup Boyolali, tamu hajatan dibatasi maksimal 20 orang, sementara tamu dilayani dengan sistem banyu mili atau drive thru.

"Swab antigen tetap kami lakukan pada 10 orang, terdiri pasangan pengantin, keluarga dan sampling. Hasilnya negatif semua," terang dia.

Selain ke Sawit, tim yustisi Boyolali, juga mendatangi wisata Waduk Cengklik, Kecamatan Ngemplak. Di tempat tersebut banyak warung makan dan restoran.

"Kalau dibandingkan dengan minggu kemarin, masyarakat sudah mulai tertib. Terbukti temuan di lapangan yang berkurang," imbuh dia.

Selengkapnya di halaman berikut...

Simak juga 'Malas Divaksin? Petugas Boyolali Jemput Warga Langsung':

[Gambas:Video 20detik]