Cerita Miliarder Baru Proyek Tol di Klaten Bikin 2 Rumah Sekaligus

Achmad Syauqi - detikNews
Minggu, 19 Sep 2021 13:10 WIB
Potret warga Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Klaten mulai membangun rumah usai menerima proyek ganti rugi Tol Yogya-Solo, Minggu (19/9/2021).
Potret warga Klaten mulai membangun rumah usai terima ganti rugi tol (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Warga Klaten yang menjadi miliarder baru setelah menerima uang ganti rugi proyek Tol Yogya-Solo. Di antara miliarder baru itu bahkan ada yang membangun dua rumah sekaligus.

"Ini sementara beli rumah baru. Iya (bangun) dua di Kecamatan Delanggu," kata warga RT 14 Dusun Ngentak, Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Ika Saraswati kepada detikcom di rumahnya yang baru Desa Segaran, Kecamatan Delanggu, Klaten, Minggu (19/9/2021).

Ika mengatakan satu rumah dibeli di Kota Kecamatan Delanggu, belakang SMP. Sementara yang satu dibangun di Desa Segaran, Kecamatan Delanggu dan masih dalam tahap pembangunan.

"Rumah saja ini belum jadi, di sana (Desa Kranggan) padahal sudah dirobohkan semua. Tapi sementara tinggal di rumah yang di belakang SMP," papar Ika.

Ika menyebut ganti rugi itu dia terima pada Juli lalu sekitar Rp 1 miliar. Bagian rumahnya yang terdampak tol itu berupa rumah dan pekarangan.

"Rumah sama kebun yang kena. Yang diterima Rp 800 juta dan Rp 670 juta, terpaksa pindah ke desa lain dengan berat hati," sebut Ika.

Dari tetangganya di RT 14 Desa Kranggan, kata Ika, sudah terpisah-pisah ke berbagai wilayah sekitar akibat tol. Ada yang beberapa membangun di lokasi lama tapi sebagian besar pindah ke desa lain.

'Yang membangun dan pindah ke sini (Desa Segaran) ada empat orang, tetangga semua. RT 14 warganya pisah semua, dulu mau direlokasi pada tidak mau," jelas Ika.

Selain membeli dan membangun di Desa Segaran, ujar Ika, ada yang membangun di wilayah Kecamatan Wonosari yang lebih jauh. Ada tiga orang yang membangun di Kecamatan Wonosari.

"Di sana (Wonosari) ada tiga KK. Sukanya dapat uang, dukanya mumet karena di sana sudah enak tapi harus membangun lagi yang baru, menyita waktu," sambung Ika.

Hal senada juga disampaikan warga RT 9 Dusun Logantung, Desa Kranggan, Andang Harjanto. Andang mengatakan rumah dan pekarangannya diganti rugi Rp 1,2 miliar yang dia gunakan untuk membangun rumah.

"Untuk membeli pekarangan dan membangun dua rumah saja mungkin sudah habis. Belum mikir beli mobil," kata Andang pada detikcom di lokasi.

Rumah dan tanah itu, ungkap Andang, lokasinya tidak jauh dari rumah lama yang sudah dirobohkan. Bersama lima warga lain dirinya bertahan tidak pindah ke desa lain.

"Disini ada lima KK membangun baru. Yang lainnya pindah ke wilayah lain, kalau saya pindah tidak masalah tapi orang tua ingin tetap di sini," ucap Andang.

Simak video 'Kisah 4 Desa di RI yang Warganya Mendadak Jadi Miliarder':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/ams)