Sampel Air Saluran Irigasi di Klaten yang Jadi Merah Darah Diuji Lab

Achmad Syauqi - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 16:28 WIB
Lokasi saluran air yang berubah merah di Desa Bulan-Ngreden, Kecamatan Wonosari, Klaten, Kamis (16/9/2021).
Lokasi saluran air yang berubah merah di Desa Bulan-Ngreden, Kecamatan Wonosari, Klaten, Kamis (16/9/2021). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Polisi turun tangan menangani kasus air di saluran irigasi antara Desa Bulan dan Ngreden, Kecamatan Wonosari, Klaten, Jawa Tengah yang berubah berwarna merah darah. Tim Polres Klaten sudah ke lokasi mengambil dua sampel air.

"Dari Tipiter sudah ke TKP dan mengambil sampel kapas yang ada bekas limbah dan tanah yang ada airnya. Ditindaklanjuti ke labfor maupun dinas lingkungan hidup," ujar Kasi Humas Polres Klaten Iptu Abdillah pada wartawan, Jumat (17/9/2021).

Abdillah menyebut pengambilan sampel dan pengujian ke laboratorium itu untuk mengetahui kandungan di dalam air yang berubah warna menjadi merah darah itu.

"Itu untuk mengetahui kandungan di dalamnya seperti apa," jelas Abdillah.

Peristiwa yang membuat geger warga setempat itu menjadi perhatian polisi. Saat ini polisi sudah meminta keterangan dari sejumlah saksi soal dugaan pencemaran air tersebut.

"Kemarin ada beberapa saksi yang memberikan keterangan bahwa ada seorang petani melihat mobil boks berhenti di tengah sawah dan membuang sesuatu. Petani itu tidak tahu kalau limbah tersebut seperti itu," kata Abdillah.

Terkait dugaan pencemaran itu, sampel air dari saluran irigasi itu bakal dicek ke laboratorium forensik (labfor). Hal ini dilakukan untuk menguji apakah kandungan air berwarna merah darah itu berbahaya bila dikonsumsi.

"Perlu kita dalami, karena hasil dari laboratorium forensik kan belum tahu kandungannya seperti apa. Jadi tingkat bahayanya, bisa dikonsumsi atau tidak masih kita dalami," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, air yang mengalir di saluran irigasi antara Desa Bulan dan Ngreden, Kecamatan Wonosari, Klaten, Jawa Tengah tiba-tiba berubah warnanya menjadi merah darah. Kejadian itu viral di media sosial sehingga membuat geger warga sekitar.

"Kejadiannya sekitar habis zuhur tadi sampai jam 13.00 WIB. Kejadiannya (air berubah merah) sekitar dua jam," ungkap pemilik warung di tepi saluran air itu, Slamet, kepada detikcom di Desa Bulan, Kecamatan Wonosari, Kamis (16/9).

Kejadian tersebut juga viral di medsos. Video air berubah merah darah itu diposting di grup Facebook info seputar Klaten oleh akun Deni Legowo pada Kamis (16/9) sekitar pukul 15.00 WIB.

(ams/sip)