Heboh Air Saluran Irigasi di Klaten Merah Darah, Pemkab Klaten Akan Cek

Achmad Syauqi - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 12:53 WIB
Saluran irigasi di Klaten jadi merah darah, Kamis (16/9/2021).
Air di saluran irigasi di Klaten jadi merah darah, Kamis (16/9/2021). (Foto: Tangkapan layar media sosial)
Klaten -

Warga di Desa Bulan dan Ngreden, Kecamatan Wonosari, Klaten, Jawa Tengah digegerkan dengan air yang mengalir di saluran irigasi berubah warna menjadi merah darah. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pemkab Klaten menduga warna itu pewarna kain.

"Yang pernah terjadi semacam itu adalah pewarna kain atau benang bahan kain. Tapi apakah sama, kita belum tahu," ungkap Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pemkab Klaten, Dwi Maryono kepada detikcom, Jumat (17/9/2021) siang.

Menurut Dwi Maryono, pihaknya juga sudah mendapatkan informasi kejadian tersebut. Dia mengaku akan segera ke lapangan untuk memeriksa laporan itu.

"Kita akan cek ke lokasi dulu untuk mengetahui penyebabnya, ini menunggu jadwal karena kegiatan juga cukup banyak di lapangan," lanjut Dwi.

Kades Ngreden, Kecamatan Wonosari, Sunarto, menambahkan saluran irigasi tersebut mengairi banyak wilayah pertanian. Mulai dari hulu yang berada di Desa Lumbung Kerep.

"Mulai Lumbung Kerep, Ngreden, Boto, Carikan dan lainnya. Kalau itu kimia ya bisa mengganggu pertanian, Ngreden saja ada 110 hektare," papar Sunarto pada wartawan di lokasi.

Aliran air tersebut, terang Sunarto berasal dari Bendung Jaban. Setelah itu melewati Desa Wadung Getas, Sekaran Boto.

"Wilayah sini (Ngreden) itu paling bawah," sebut Sunarto.

Sebelumnya diberitakan, air yang mengalir di saluran irigasi antara Desa Bulan dan Ngreden, Kecamatan Wonosari, Klaten, Jawa Tengah tiba-tiba berubah warnanya menjadi merah darah kemarin. Kejadian itu viral di media sosial sehingga membuat geger warga sekitar.

"Kejadiannya sekitar habis zuhur tadi sampai jam 13.00 WIB. Kejadiannya (air berubah merah) sekitar dua jam," ungkap pemilik warung di tepi saluran air itu, Slamet, kepada detikcom di Desa Bulan, Kecamatan Wonosari, Kamis (16/9).

Simak selengkapnya di halaman berikutnya...