Laut Selatan Jawa Bercahaya, Pakar: Tanda Subur-Bukan Nyi Roro Kidul

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 13 Sep 2021 17:13 WIB
Cahaya di air oleh aktivitas plankton
Pantai dan laut bercahaya (Foto: Thinkstock/Getty Images/ABC Australia)
Semarang -

Tim peneliti dari Amerika Serikat mengungkap fenomena laut bercahaya di laut selatan Jawa. Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (Undip) Prof Denny Nugroho Sugianto menyebut fenomena itu tidak ada hubungannya dengan hal mistis atau keberadaan Nyi Roro Kidul yang jadi urban legend masyarakat.

"Dulu banyak dihubungkan dengan misteri, mistis, monster laut, dan Nyi Roro Kidul. Ini fenomena alam yang biasa terjadi," kata Denny saat dihubungi detikcom, Senin (13/9/2021).

Denny menjelaskan, fenomena tersebut biasa terjadi antara Juni hingga Oktober ketika ada kenaikan massa air atau upwelling. Kemudian terjadi pencahayaan bioluminesce yang berasal dari bakteri bercahaya.

"Itu dari bakteri bercahaya yang berhubungan dengan organisme lain atau jasad, atau bangkai dan lain-lain. Biasanya bulan Juni-Juli-Oktober ada upwelling, kenaikan massa air, jadi yang di bawah ke permukaan," jelas Denny.

Dengan adanya peristiwa itu, menandakan perairan itu sangat subur. Dalam fenomena tersebut terjadi berbagai pertemuan seperti unsur hara yang terangkat, kemudian saprofit yang bertemu bakteri-bakteri.

"Ini yang menjadi seperti cahaya biologis atau bioluminesce, jadi warna-warni," ujarnya.

Dalam peristiwa upwelling itu ada banyak organisme seperti fitoplankton yang menjadi makanan zooplankton. Kemudian zooplankton menjadi dimakan ikan, dan seterusnya. Hal itu yang menandakan suburnya laut yang mengalami fenomena bercahaya.

"Jadi hara, seperti pupuk kompos naik ke atas bisa bantu fotosintesis, ada oksigen. Ada rantai makanan di sana, fitoplankton itu tanaman dimakan zooplankton yang merupakan hewan terkecil, kemudian dimakan ikan. Fenomena ini menandakan perairan subur," jelasnya.

Kondisi laut bercahaya, lanjut Denny, tidak bertahan lama. "Siklusnya paling 10-15 hari," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, tim peneliti dari Amerika Serikat mengungkap fenomena laut bercahaya di pantai selatan Jawa.

Tim peneliti dari Sekolah Teknik Walter Scott Jr, Universitas Negeri Colorado, mengungkap fenomena aneh yakni laut yang bercahaya dalam gelap (milky sea) yang terjadi di laut selatan Jawa alias Samudera Hindia.

Fenomena alam langka itu terjadi ketika permukaan laut memancarkan cahaya terang yang stabil yang dapat mencakup area seluas ribuan kilometer persegi. Fenomena itu berhasil ditangkap oleh kamera satelit di laut selatan Jawa, dengan bagian cahaya terbesar ada di selatan Yogyakarta dan Jawa Tengah.

(rih/ams)