ADVERTISEMENT

Terpopuler Sepekan

Geger Ustaz Pukuli Santri Bocah di Demak Gegara Dipicu Jam Tidur

Mochamad Saifudin - detikNews
Sabtu, 11 Sep 2021 12:41 WIB
Kapolres Demak, AKBP Budi Adhy Buono bicara soal penetapan tersangka ustaz M, Senin (6/9/2021).
Kapolres Demak, AKBP Budi Adhy Buono bicara soal penetapan tersangka ustaz M, Senin (6/9/2021) (Foto: Mochamad Saifudin/detikcom)

Muslih menyebut kejadian pemukulan ini pun sudah selesai secara kekeluargaan. Muslih menyatakan para santri maupun wali santri tidak mempersoalkan kasus tersebut.

"Banyak santri yang sudah diperiksa bahwa itu tidak ada masalah, tidak sakit, sampai divisum juga tidak sakit," jelas Muslih di pondoknya, yang berlokasi di Wonosalam, Demak.

"Kemudian orang tua juga sudah dihadirkan untuk melihat langsung putra-putranya yang bersangkutan tadi, orang tua juga sudah sepakat tidak ada masalah. Juga sudah membuat pernyataan bahwa ini selesai tidak ada masalah," sambung Muslih.

Surat keterangan dari wali santri terkait pemukulan yang dilakukan Ustaz M di DemakSurat keterangan dari wali santri terkait pemukulan yang dilakukan Ustaz M di Demak Foto: Mochamad Saifudin/detikcom

Di sisi lain, aksi Ustaz M yang memukuli para santrinya juga mendapat sorotan dari Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Demak Ahmad Muhtadi. Ahmad mengaku tidak sependapat dengan cara ustaz tersebut menegur santrinya.

"Tidak sependapat (dengan pemukulan). Ustaznya harus update situasi pendidikan pesantren saat ini. Harus ada perubahan paradigma dalam memberikan hukuman bagi santri yang melanggar tata tertib," ujar Muhtadi melalui pesan singkat, Senin (6/9).

Muhtadi mengingatkan pola pembelajaran pesantren era dulu dengan sekarang sudah berubah. Menurutnya tidak perlu ada pemukulan agar para santri memberi hormat pada gurunya.

"Tidak bisa disamakan dengan era saat ustaznya nyantri dahulu, tanpa meninggalkan sifat tawadhu' dan hormat kepada kiainya atau guru ngajinya," pesan Muhtadi.


(ams/ams)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT