Terpopuler Sepekan

Geger Ustaz Pukuli Santri Bocah di Demak Gegara Dipicu Jam Tidur

Mochamad Saifudin - detikNews
Sabtu, 11 Sep 2021 12:41 WIB
Kapolres Demak, AKBP Budi Adhy Buono bicara soal penetapan tersangka ustaz M, Senin (6/9/2021).
Kapolres Demak, AKBP Budi Adhy Buono bicara soal penetapan tersangka ustaz M, Senin (6/9/2021) (Foto: Mochamad Saifudin/detikcom)
Demak -

Video pemukulan santri bocah di Demak, Jawa Tengah yang dilakukan seorang ustaz berinisial M (33) viral di media sosial. Pemukulan itu ternyata dipicu karena Ustaz M jengkel para santrinya mematuhi jam tidur malam.

"Banyak santri yang belum tidur sehingga pelaku mengingatkan para santri untuk tidur. Tetapi para santri membantah, sehingga terjadi pelaku melakukan penganiayaan terhadap para santri dengan cara memukul dan menampar menggunakan tangan kosong," terang Kasat Reskrim Polres Demak AKP Agil Widyas Sampurna, Senin (6/9/2021).

Agil menyebut pemukulan para santri bocah itu dilakukan di area Pondok Pesantren Tahfidz Anak Darul Mustofa Demak pada Rabu (1/9) sekitar pukul 22.00 WIB. Pelaku yang jengkel dengan para santri bocah itu lalu mulai menampar, memukul, hingga mengangkat salah satu santri yang tengah tiduran dan menempelkannya ke dinding.

Usai video itu viral, polisi langsung melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi. Ustaz M pun lalu diamankan.

"Tersangka, untuk status daripada pelaku tersebut. Ancaman hukumannya, karena kami menerapkan Undang-Undang Perlindungan Anak dan KUHP, jadi ancaman hukumannya 3 tahun 6 bulan," jelas Kapolres Demak, AKBP Budy Adhy Buono, kepada wartawan di Mapolres Demak, Senin (6/9).

Ustaz M pun ditetapkan sebagai tersangka pemukulan terhadap santri bocah tersebut. Dari pemeriksaan polisi, para korban mengalami luka di bagian wajah, punggung, maupun perutnya.

"Jadi dari hasil penyelidikan, benar korban mengalami kekerasan ya. Ada yang di bagian kepala, ada yang di bagian punggung, ada yang di bagian perut, dan ada yang di bagian pipi. Penyidik sedang meminta visum," kata Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono kepada wartawan di Mapolres Demak.

Polisi juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial, guna mendampingi santri bocah yang menerima perlakuan kekerasan. Hal ini untuk mengantisipasi trauma psikis yang dialami para santri bocah itu usai peristiwa pemukulan.

"Jelas, jadi kita koordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Demak untuk memberikan pendampingan kepada anak-anak yang mengalami kekerasan tersebut. Pasti ada efeknya daripada kekerasan tersebut secara psikis. Nanti kita akan minta bantuan daripada Dinas Sosial untuk mendampinginya," terang dia.

Terkait video viral ini, pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Anak Darul Musthofa, Muslih, mengatakan telah menonaktifkan Ustaz M untuk sementara. Dia pun memastikan kegiatan belajar mengajar di pondoknya tetap berjalan seperti biasa.

"Ya untuk sementara, (Ustaz M) untuk pembelajaran kita nonaktifkan sementara," kata Muslih kepada wartawan, Senin (6/9).

Selengkapnya di halaman berikut..