PDAM Blora Setop Olah Air Bengawan Solo, 12 Ribu Pelanggan Terdampak

Febrian Chandra - detikNews
Jumat, 10 Sep 2021 10:53 WIB
Kondisi Bengawan Solo di Blora, 10/9/2021
Kondisi Bengawan Solo di Blora, 10/9/2021. (Foto: Febrian Chandra/detikcom)
Blora -

Setelah PDAM Solo menghentikan pengolahan air dari Bengawan Solo, kini giliran PDAM Blora yang menyerah. Akibatnya 12 ribu pelanggan terdampak langsung karena ada penghentian distribusi air akibat tercemarnya Bengawan Solo.

Blora menyerah mengolah air di instalasi pengolahan air (IPA) di kawasan Bendo, Kecamatan Cepu. Air dari Bengawan Solo yang menjadi sumber air baku berwarna hitam pekat akibat tercemar limbah ciu dari kawasan hulu.

"Untuk sementara pendistribusian kita hentikan dulu. Airnya hitam pekat sudah tidak bisa diolah lagi," kata Dirut PDAM Blora, Yan Ria Pramono, saat dihubungi detikcom, Jumat (10/09/2021).

Yan menjelaskan pendistribusian air bersih ke pelanggan dihentikan sejak pukul 05.30 WIB. Pendistribusian akan kembali dilakukan jika air di Bengawan Solo sudah kembali normal.

"Sudah angkat tangan. Kita hentikan sampai air Bengawan Solo kembali normal. Sampai kapan, ya menunggu situasi normal," ungkapnya.

Yan mengatakan, penyetopan distribusi air ini tidak untuk semua pelanggan PDAM Blora. Dari 20.700 pelanggan, ada 12 ribu pelanggan yang dihentikan.

"Pendistribusian ke pelanggan yang kita hentikan ada 12 ribu. Khusus yang sumber airnya kita ambil dari Bengawan Solo. Yakni kecamatan Cepu, Sambong, Jiken, Jepon dan Blora," katanya.

Kondisi saat ini, air Bengawan solo yang melintas di Kabupaten Blora masih berwarna hitam pekat akibat pencemaran parah.

Simak juga video 'Fenomena Pladu, Ikan-ikan di Bengawan Solo Teler Gegara Tercemar Limbah Ciu':

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/sip)