ADVERTISEMENT

Pengolahan Air Bengawan Solo Disetop, PDAM Solo Khawatirkan Cadangan Air Minum

Ari Purnom - detikNews
Kamis, 09 Sep 2021 12:05 WIB
Kondisi kepekatan air Bengawan Solo di area intake Semanggi, Solo. (9/9/2021)
Kondisi kepekatan air Bengawan Solo di area intake Semanggi, Solo. (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Solo -

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Solo kembali menghentikan pengolahan air di intake Semanggi, Pasar Kliwon karena adanya pencemaran limbah ciu di Bengawan Solo sejak pagi tadi. Selain mengakibatkan pembengkakan biaya operasional, juga berpengaruh cadangan air minum untuk pelanggan di Solo.

"Dampak adanya pencemaran limbah ciu ke perusahaan tentunya ada, karena kita tidak bisa memproduksi air," terang Dirut PDAM Solo, Agustan, saat ditemui detikcom di intake pos IPA Semanggi, Kamis (9/9/2021).

Sementara itu, terkait dengan kerugian materi dengan adanya air baku yang tercemar tersebut, Agustan mengatakan terjadinya pembengkakan biaya operasional.

Hal itu terjadi karena dengan kondisi air yang tidak bagus otomatis pengolahan air dari Bengawan Solo harus dilakukan secara ekstra.

"Rata-rata sehari biaya untuk operasional mencapai Rp 5 juta, kalau ada kejadian ini maka pengeluaran bisa naik 100 persen," ujarnya.

Biaya ini dibutuhkan, lanjutnya, karena dengan kondisi air yang kurang bagus maka proses pengolahan harus dilakukan lebih lama. Dengan begitu maka biaya yang harus dikeluarkan juga lebih besar.

"Sebenarnya saya tidak ke arah itu (kerugian) tetapi kesadaran masyarakat dalam melayani bersama-sama," tuturnya.

Sementara dampak bagi pelanggan, Agustan menyampaikan, dengan cadangan di tempat penampungan saat ini yang masih di angka 3,9 meter masih cukup aman.

Namun demikian, dengan berhentinya operasional pengolahan air di intake Semanggi bisa menimbulkan kekhawatiran menipisnya cadangan air minum untuk pelanggan. Jika nantinya air di tempat penampungan habis maka PDAM Solo harus mensuplai air menggunakan tangki.

"Kita tidak bisa menjual, kalau sampai pasokan habis kita menyiapkan pasokan air dari (mata air) Cokrotulung. Butuh pengangkutan itu sebagai tanggap daruratnya perusahaan," urainya.

Agustan juga berharap kepada pihak yang berwenang mengelola wilayah sungai agar semakin memperhatikan kondisi ini. Pasalnya, jika pencemaran terus berulang maka PDAM Solo pelanggan juga akan mengalami dampak yang cukup besar.

"Kita berharap kepada pengelola wilayah sungai ini diperhatikan, karena PDAM juga sebagai pelanggan. Teman-teman yang mengampu wilayah sungai, kejadian ini agar tidak terulang," tandasnya.

(mbr/sip)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT