ADVERTISEMENT

Ganjar Bahas Sengketa Lahan TNI-Pemkot Magelang dengan Jokowi, Apa Hasilnya?

Eko Susanto - detikNews
Rabu, 08 Sep 2021 11:50 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma), Rabu (8/9/2021).
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma), Rabu (8/9/2021). (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Kota Magelang -

Polemik sengketa lahan gedung kantor wali kota Magelang antara TNI dan Pemkot Magelang, Jawa Tengah berujung pada pemasangan logo TNI beberapa waktu lalu. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkap sudah membahasnya dengan Presiden Joko Widodo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Lalu apa hasilnya?

"Kita bicarakan. Saya sudah bicara langsung sama Presiden juga kok, dengan Panglima," kata Ganjar di sela-sela kegiatannya meninjau vaksinasi lintas agama di Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma), Rabu (7/9/2021).

Ganjar mengaku telah berbicara langsung dengan Presiden Joko Widodo terkait masalah lahan yang ditempati Kantor Wali Kota Magelang. Namun menurutnya hingga sejauh ini belum ada keputusan.

"Belum, belum ada. Belum ada keputusan, biar dirapatkan dulu di tingkat nasional. Kita cari yang terbaik," ujarnya.

Ganjar berpesan Kantor Wali Kota Magelang yang sekarang dipasang logo TNI agar dipakai dulu oleh Pemkot Magelang. Ini mengingat tidak ada upaya untuk mengambil alih dengan segera dan Pemkot Magelang bisa tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Ya sementara dipakai dulu aja. Dipakai dulu aja, toh tidak ada upaya untuk diambil alih mau dipakai segera kan. Nggak papa kalau kemarin dipasangi logo, di sana ya dipasang nggak papa. Yang penting tetap operasional pelayanan masyarakat tetap bisa berjalan," kata Ganjar.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz mengatakan harapannya agar Pemprov Jateng berusaha menyelesaikan persoalan lahan ini. Dia juga mengungkap Pemkot Magelang mengirimkan tim menuju Jakarta untuk menyelesaikan persoalan ini.

"Kota Magelang sedang berupaya ini ngirim ke Jakarta hari ini untuk istilahnya semua kemungkinan yang ada. Jadi Kota Magelang mempersiapkan apapun yang akan diputuskan oleh pemerintah pusat ke depan," kata Aziz.

Aziz mengungkapkan Pemprov Jateng telah berbicara dengan pemerintah pusat mengenai persoalan kantor tersebut. Nantinya, baik Sekda Jateng maupun Sekda Kota Magelang akan membicarakan hal teknisnya.

Dia juga mengaku mendapatkan pesan khusus dari Ganjar Pranowo agar bersikap sabar dan tidak responsif. Pihaknya berharap dalam pemerintahannya persoalan kantor tersebut bisa diselesaikan dengan baik.

"Pemerintah kota jelas itu. Yang kedua, ABRI juga punya kepentingan yang di mana nanti akan dibicarakan hari demi hari. Harapan kita, tahun pemerintahan saya selesai dengan yang terbaik, apakah harus tetap di situ dengan perhitungan ataukah kita pindah juga dengan perhitungan," tutur Aziz.

"Doakan saja supaya kita bisa menyelesaikan dengan baik karena ini juga tidak gampang karena perjanjian-perjanjian yang lama dari pendahulu-pendahulu pemimpin yang lama ya kita harus hormati," pungkasnya.

(sip/mbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT