Analisis Peneliti LIPI Soal Ikan Buas di Dekat Terowongan Kuno Klaten

Achmad Syauqi - detikNews
Senin, 06 Sep 2021 17:25 WIB
Ikan Toman yang ditemukan warga di lokasi penemuan terowongan kuno, Klaten, Senin (6/9/2021).
Ikan Toman yang ditemukan warga di lokasi penemuan terowongan kuno, Klaten, Senin (6/9/2021). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Tak hanya dihebohkan temuan terowongan buatan era kolonial dan seekor bulus seberat 20 kilogram, warga di Klaten juga digemparkan penemuan ikan buas diduga jenis toman. Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) angkat bicara terkait temuan ikan di Dusun Samber, Desa Sabrang Lor, Kecamatan Trucuk, tersebut.

"Dari pola warna di foto, betul cenderung itu ke toman. Dari morfologinya termasuk ke dalam kelompok ikan gabus (snake head)," kata Ahli Peneliti Utama Bidang Ikan LIPI, Haryono, saat dihubungi detikcom, Senin (6/9/2021).

Menurut Haryono, dari klasifikasinya ikan tersebut ordo Anabantifromes dan famili Channidae. Tapi genusnya adalah toman.

"Untuk spesiesnya dari pola warna cenderung masuk ke Channa micropeltes atau toman," ujarnya.

Haryono menjelaskan, ikan toman tersebut bisa mencapai panjang 130 cm dan berat 20 kg. Ikan itu termasuk predator.

"Semua jenis yang termasuk snake head adalah buas dan predator. Toman trophic levelnya tinggi 3,9 berarti predator," katanya.

Makanan ikan toman, sebut Haryono, adalah ikan kecil dan hewan akuatik lainnya. Habitatnya di perairan danau, rawa dan sungai yang berarus lambat.

"Habitatnya di perairan danau, rawa, dan sungai yang berarus lambat. Sebaran ikan Toman luas di Indonesia yaitu paparan Sunda, Jawa, Kalimantan, dan Sumatra," ujarnya.

"Ikan ini belum termasuk langka," lanjutnya.

Soal lokasi temuan yang di bekas kolam kuno, Haryono menyampaikan bisa saja. Sebab ikan toman punya pernapasan tambahan.

"Ikan ini mempunyai alat pernapasan tambahan sehingga bisa tahan lama di darat yang lembap dan bisa berpindah tempat. Kalau untuk umur tidak bisa memperkirakan karena banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan," jelasnya.

"Ya karena sangat tahan dan adaptif terhadap kondisi lingkungan. Tapi temuan itu menarik untuk dikaji, di Kapuas Hulu ikan itu malah dibudidayakan," imbuh Haryono.

Sebelumnya diberitakan, pekerja proyek pemancingan di Klaten, Jawa Tengah, menemukan terowongan kuno. Warga mengungkap sempat ada yang menemukan ikan buas diduga jenis Toman.

"Ikan Toman. Yang nemu orang cari ikan dengan alat setrum sekitar seminggu yang lalu," ujar seorang warga sekitar, Partomo, Sabtu (4/9).

"Bobotnya sekitar 7 kilogram, itu ikan buas pemakan daging. Saya yakin tidak hanya satu itu di sini," lanjutnya.

Lihat juga video 'Penampakan Ruang Mirip Bungker di Lokasi Penemuan Terowongan Kuno':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/sip)