Kampung Miliarder Proyek Tol di Sleman Diserbu Sales Kendaraan

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Jumat, 03 Sep 2021 14:23 WIB
Sales kendaraan bermotor yang menyerbu Padukuhan Pundong, Sleman yang jadi kampung miliarder gegara proyek Tol Yogya-Bawen
Sales kendaraan bermotor yang menyerbu Padukuhan Pundong, Sleman yang jadi kampung miliarder gegara proyek Tol Yogya-Bawen (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Sleman -

Warga di Kalurahan Tirtoadi, Mlati, Sleman mendadak jadi miliarder usai dapat uang ganti rugi proyek Tol Yogya-Bawen. Momentum ini kemudian dimanfaatkan para sales motor untuk menawarkan kendaraan.

Pantauan detikcom, di Padukuhan Pundong III dan Padukuhan Sanggrahan, Kalurahan Tirtoadi, Mlati, Sleman, sejak pukul 10.45 WIB banyak sales yang lalu lalang. Sebagian ada yang memarkirkan kendaraan jenis pikap yang memuat beberapa unit motor.

Para sales itu juga nampak membagikan selebaran kepada warga yang lewat. Selain itu, para sales itu berkeliling menyusuri jalan perkampungan.

Salah satu sales marketing dari perusahaan otomotif ternama, Roli Kristianto, mengatakan baru hari ini mencoba menawarkan di daerah yang terdampak tol.

"Ya ini kan di wilayah Pundong III beberapa wilayah terdampak tol. Kami inisiatif lah menyebarkan brosur ke wilayah sini nanti barang kali bisa ada prospek yang lebih. Tapi kami baru hari ini untuk mencoba di wilayah ini seperti itu," kata Roli ditemui di Padukuhan Pundong III, Jumat (3/9/2021).

Sejak mulai menawarkan, ia mengatakan sudah ada beberapa warga yang mengajukan untuk membeli kendaraan.

"Tadi sudah ada pengajuan dua (orang) di sini, pengajuan kredit itu. Terus ada beberapa yang masih bertanya-tanya," ungkapnya.

Sales motor dari perusahaan lain, Doni mengatakan sejauh ini warga belum ada yang membeli kendaraan.

"Baru hari ini mencoba memasarkan. Kalau tanya-tanya udah ada daerah-daerah Mlati sini ada," kata Doni.

Menurutnya, momentum ini hampir mirip ketika dulu warga Temon mendapat uang ganti rugi dari proyek Bandara YIA.

"Prospeknya sangat bagus kalau kayak gini. Sama pertama dari YIA itu, memanfaatkan momen seperti ini," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dukuh Pundong III Pekik Basuki mengatakan pihaknya tidak mempermasalahkan adanya sales kendaraan yang keluar masuk kampungnya.

"Ya gak papa kalau sales masuk silakan saja kan menawarkan. Masyarakat juga nggak masalah. Terus untuk ketertarikan kami kembalikan lagi ke warga," kata Pekik.

Pekik berharap warga yang menjadi miliarder bisa menggunakan uangnya dengan bijak. Setidaknya, kata Pekik, uang ganti rugi itu bisa dimanfaatkan untuk membeli rumah pengganti.

"Tapi kan masyarakat kami ini baru memprioritaskan untuk mengganti tanahnya yang hilang dan tempat tinggal, terutama. Sehingga fokusnya warga kami ini untuk tempat tinggal dulu," sebutnya.

"Kami berharap warga karena menerima ganti rugi tol ini kan dari tanah warisan maka digunakan yang bijak karena warisan ini kan turun temurun dari adat, diturunkan lagi ke anak-cucu kita, jadi mohon pada warga digunakan yang tepat," pungkasnya.

(ams/mbr)