Round-Up

7 Fakta Perilaku Para Miliarder Dadakan dari Ganti Rugi Tol di Sleman

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Rabu, 01 Sep 2021 08:20 WIB
Pengembalian Uang Korupsi Samadikun

Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Toni Spontana (tengah) menyerahkan secara simbolis kepada Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A. Arianto (ketiga kanan) uang ganti rugi korupsi Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI) dengan terpidana Samadikun Hartono di Gedung Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (17/5/2018). Mantan Komisaris Utama PT Bank Modern Samadikun Hartono terbukti korupsi dana talangan BLBI dan dihukum 4 tahun penjara serta diwajibkan mengembalikan uang yang dikorupsinya sebesar Rp 169 miliar secara dicicil. Grandyos Zafna/detikcom

-. Petugas merapihkan tumpukan uang milik terpidana kasus korupsi BLBI Samadikun di Plaza Bank Mandiri.
Ilustrasi (Foto: grandyos zafna)
Sleman -

Sejumlah warga Padukuhan Pundong III, Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman menjadi miliarder baru. Mereka mendapat duit ganti rugi dari lahan yang terdampak tol Yogya-Bawen. Berikut fakta-faktanya.

Mayoritas warga terima duit ganti rugi capai miliaran rupiah

Dukuh Pundong III Pekik Basuki mengatakan di daerahnya warga yang digusur tol dapat ganti rugi sebesar Rp 5 miliar. Akan tetapi, ada yang sampai menerima duit ganti rugi sebesar Rp 12 miliar.

"Ada yang sampai Rp 12 miliar, itu milik tetangga saya tapi bangunannya banyak itu, ada kolam renangnya juga. Kalau warga ya rata-rata yang dapat Rp 5 miliar itu banyak," kata Pekik, Selasa (31/8).

Kamidi warga Pundong III, salah satunya. Usai menerima duit ganti rugi pada pertengahan Agustus ini, ia pun kini jadi miliarder baru. Ia mengaku mendapatkan duit ganti rugi proyek tol sebesar Rp 4,5 miliar.

"Ada 2 lahan sekitar 1.000 meter persegi. Ganti rugi masing-masing senilai Rp 2,1 miliar dan Rp 2,4 miliar," kata Kamidi kepada wartawan ditemui di rumahnya Pundong III.

Tidak ingin foya-foya

Kamidi mengatakan, duit ganti rugi lahan tol Yogya-Bawen itu akan ia bagi kepada keenam anak-anaknya. Ia membebaskan anaknya untuk membelanjakan uang tersebut. "Saya alhamdulillah dapat ganti rugi. Semua anak kebagian," ucapnya.

Akan tetapi, Kamidi kemudian memberikan nasihat agar menggunakan uang itu untuk kembali beli tanah atau rumah saja. Ia melarang anaknya agar jangan foya-foya.

"Jangan buat foya-foya. Jangan buat mewah-mewah beli mobil. Saya pesan gitu. Yang penting balik tanah, harusnya kalau tanah ya balik tanah, kalau rumah ya balik rumah," tegas Kamidi.

Ada warga yang beli mobil usai terima duit ganti rugi

Dukuh Pundong III Pekik Basuki mengatakan mayoritas warga yang mendapat ganti rugi lahan membelanjakan uangnya untuk mencari lahan pengganti. Namun, ada juga warga yang justru membeli mobil. Tak tanggung-tanggung ada 1 orang yang langsung membeli 3 unit mobil sekaligus.

"Jadi yang dibelanjakan untuk konsumtif memang kecil. Walaupun ada. Tapi kebanyakan untuk merintis bangun rumah, beli tanah, dan untuk usaha. Ada yang beli mobil, motor. Mobilnya Xpander, ada yang 1 orang beli langsung 3 mobil ada. Di Pundong 3, (mobil) baru semua itu," kata Pekik saat dihubungi wartawan, Selasa (31/8).

Ia mengatakan di Pundong III ada sekitar 4 kepala keluarga (KK) yang membeli mobil usai mendapat duit ganti rugi. Selain mobil, ia melihat ada warga yang membeli motor.

"Yang beli mobil atau motor itu ada 4 KK. Jadi yang mobil (unit) baru ada 3 unit tadi, yang mobil bekas ada 2 unit. Kalau motor saya lihat ada juga (yang beli) di Pundong 2 ada yang beli motor (langsung) 2 unit juga," ungkapnya.


Selanjutnya: Masih ada warga yang belum terima duit ganti rugi

Simak juga 'Menengok Desa Miliarder Dadakan di Takalar Sulsel':

[Gambas:Video 20detik]